Siapkan Roadshow Investor, Vietnam Pertimbangkan Terbitkan Obligasi Dolar



KONTAN.CO.ID – HANOI. Pemerintah Vietnam bersiap menggelar roadshow untuk bertemu investor asing dan mengukur minat terhadap obligasi pemerintah Vietnam. Langkah ini muncul di tengah pertimbangan pemerintah untuk kembali masuk ke pasar obligasi dolar AS.

Kementerian Keuangan Vietnam menyatakan roadshow tersebut merupakan agenda tahunan untuk berkomunikasi dengan investor dan bukan merupakan penerbitan obligasi dalam waktu dekat. Pernyataan itu disampaikan dalam keterangan resmi pada Jumat (18/9/2026), tanpa merinci kapan kegiatan tersebut akan digelar.

Menurut Kementerian Keuangan Vietnam, kegiatan tersebut akan menjadi kesempatan bagi otoritas pengelola utang untuk mendapatkan masukan dari pasar sekaligus mengukur tingkat ketertarikan investor terhadap obligasi pemerintah Vietnam.


Sebelumnya, Reuters melaporkan bahwa Kementerian Keuangan Vietnam tengah mempertimbangkan kemungkinan menerbitkan obligasi berdenominasi dolar AS di pasar internasional setelah melakukan pertemuan dengan sejumlah bank investasi.

Baca Juga: Penjualan Samsung Galaxy Z Fold8 Naik 10% Usai iPhone Duo Meluncur

Namun, pemerintah Vietnam belum mengambil keputusan final untuk menerbitkan obligasi tersebut. Salah satu pertimbangannya adalah biaya pendanaan yang semakin tinggi di tengah kenaikan imbal hasil (yield) obligasi secara global.

Vietnam terakhir kali menerbitkan obligasi berdenominasi dolar AS pada 2014.

Kementerian Keuangan menegaskan bahwa roadshow yang akan dilakukan merupakan program komunikasi dengan investor yang rutin digelar setiap tahun dan tidak berarti pemerintah akan langsung menawarkan atau menerbitkan obligasi.

"Rincian spesifik, seperti ukuran penerbitan, tenor, maupun waktu penerbitan, akan dipertimbangkan dan diputuskan pemerintah pada waktu yang tepat," kata Kementerian Keuangan Vietnam.

Selain bertemu investor, pemerintah Vietnam juga berencana melakukan pertemuan dengan sejumlah lembaga pemeringkat kredit internasional.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Vietnam untuk memperoleh peringkat kredit berstatus investment grade untuk obligasi pemerintahnya pada akhir dekade ini.