KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) memperkirakan sejumlah tantangan masih akan membayangi kinerja perseroan hingga akhir tahun 2026. Fluktuasi nilai tukar rupiah, biaya logistik, hingga harga bahan baku menjadi faktor utama yang terus dipantau perusahaan. Head of Corporate Communication and External Relations Garudafood Dian Astriana mengatakan, tantangan hingga akhir 2026 terutama berasal dari fluktuasi nilai tukar Rupiah dan bahan bakar yang tentunya akan berdampak seperti bahan baku, bahan kemasan, biaya logistik. “Di tengah kondisi tersebut, tantangan bagi Perseroan adalah bagaimana terus mengoptimalkan efisiensi di seluruh lini operasional, menjaga struktur biaya, serta tetap mampu merespons perubahan pasar secara adaptif,” ungkap Dian, kepada Kontan.co.id, Jumat (10/7). Baca Juga: Menteri UMKM Klaim Pendapatan Ojol Tak Turun Paska Potongan Komisi Jadi 8%
Siasat Garudafood Jaga Profitabilitas di Tengah Tekanan Bahan Baku dan Logistik
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) memperkirakan sejumlah tantangan masih akan membayangi kinerja perseroan hingga akhir tahun 2026. Fluktuasi nilai tukar rupiah, biaya logistik, hingga harga bahan baku menjadi faktor utama yang terus dipantau perusahaan. Head of Corporate Communication and External Relations Garudafood Dian Astriana mengatakan, tantangan hingga akhir 2026 terutama berasal dari fluktuasi nilai tukar Rupiah dan bahan bakar yang tentunya akan berdampak seperti bahan baku, bahan kemasan, biaya logistik. “Di tengah kondisi tersebut, tantangan bagi Perseroan adalah bagaimana terus mengoptimalkan efisiensi di seluruh lini operasional, menjaga struktur biaya, serta tetap mampu merespons perubahan pasar secara adaptif,” ungkap Dian, kepada Kontan.co.id, Jumat (10/7). Baca Juga: Menteri UMKM Klaim Pendapatan Ojol Tak Turun Paska Potongan Komisi Jadi 8%
TAG: