SIDO Agresif Pacu Pasar Ekspor, Analis Ingatkan Penjualan Domestik



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penetrasi pasar luar negeri PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) kian agresif demi menopang bisnis di tengah lesunya pasar domestik.

Riset Binaartha Sekuritas dan INA Sekuritas mencatat lonjakan porsi ekspor SIDO hingga mencapai 14% pada kuartal I-2026, ditopang oleh pasar utama seperti Malaysia 4%, serta Nigeria dan Filipina 1%–2%.

Laporan INA Sekuritas menambahkan bahwa perluasan kehadiran internasional di ASEAN dan Afrika kini resmi menjadi salah satu dari tiga prioritas utama manajemen.


Senior Market Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta menilai diversifikasi geografis ini mulai membuahkan hasil positif.

Baca Juga: Ekspansi Pasar Ekspor Jadi Penopang Kinerja SIDO, Cek Rekomendasi Analis

"Malaysia sebagai pasar terbesar, disusul Nigeria dan Filipina, menunjukkan bahwa produk herbal Indonesia mulai memperoleh penerimaan yang lebih luas," ungkap Nafan kepada Kontan, Selasa (21/7/2026).

Direktur Utama PT Kiwoom Sekuritas Indonesia Chang-kun Shin juga memandang langkah ekspansi ini sebagai strategi diversifikasi yang tepat.

Namun, Shin memberikan catatan kritis terkait keterbatasan katalis pertumbuhan saat ini.

"Prospek pemulihan tetap ada, namun masih bergantung pada membaiknya daya beli masyarakat, normalisasi penjualan domestik, serta keberhasilan perusahaan menjaga efisiensi operasional dan meningkatkan kontribusi pasar ekspor," tegas Shin kepada Kontan, Selasa (21/7/2026).

Di sisi lain, tekanan pasar domestik sempat menahan laju emiten produsen Tolak Angin ini.

Baca Juga: Pola Konsumsi Semakin Selektif, Simak Rekomendasi Saham Sido Muncul (SIDO)

Data Binaartha Sekuritas dan INA Sekuritas menunjukkan total penjualan SIDO pada kuartal I-2026 terkoreksi 18,8% YoY menjadi Rp 640,5 miliar akibat penyesuaian inventaris distributor (sell-in reset).

Meski begitu, SIDO masih mampu menjaga Gross Profit Margin (GPM) segmen herbal di level 61,6%–62% berkat penurunan harga bahan baku jahe dan minyak nilam.

Memasuki kuartal III-2026, Nafan dan Shin kompak memproyeksikan kinerja SIDO akan membaik secara bertahap seiring berlanjutnya pemulihan saluran distribusi.

 "Kami memperkirakan kinerja SIDO pada 3Q26 akan membaik dibandingkan 1Q26, seiring berakhirnya normalisasi persediaan dan mulai pulihnya aktivitas distribusi," ungkap Shin.

Terkait rekomendasi saham, Shin mempertahankan pandangan HOLD dengan target harga Rp 420 per saham karena minimnya katalis jangka pendek, sementara Nafan menyarankan investor untuk menyikapi saham SIDO dengan posisi WAIT AND SEE.

Baca Juga: Kinerja Sido Muncul (SIDO) Turun di Awal 2026, Simak Rekomendasi Sahamnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News