KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) menargetkan pertumbuhan kinerja yang solid pada 2026, seiring dengan pencapaian positif pada tahun sebelumnya.
Sebagai catatan, SIDO membukukan penjualan bersih sebesar Rp 2,72 triliun hingga kuartal III-2025. Angka ini meningkat 3,89% secara tahunan atau
year on year (YoY) dari posisi Rp 2,62 triliun di periode sama tahun 2024. Hal ini terutama disumbang oleh penjualan jamu herbal dan suplemen yang naik dari Rp 1,54 triliun menjadi Rp 1,60 triliun, juga makanan dan minuman dari Rp 986,04 miliar ke Rp 1,02 triliun.
Sejalan dengan itu, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk SIDO juga ikut naik 5,19% YoY ke Rp 818,54 miliar dari setahun sebelumnya Rp 778,11 miliar.
Baca Juga: PGN Pasok Gas Bumi untuk Sektor Industri di Lamongan Direktur Utama SIDO David Hidayat mengatakan, SIDO membidik pertumbuhan pendapatan dan laba bersih masing-masing sebesar 8% pada tahun 2026. Target tersebut ditopang oleh sejumlah katalis positif, mulai dari inovasi produk hingga penguatan efisiensi operasional. “Katalis positifnya meliputi inovasi produk baru, efisiensi biaya, serta kontribusi ekspor yang meningkat,” ungkap David, kepada
Kontan.co.id,
Dari sisi strategi penjualan, perseroan akan berfokus pada penguatan distribusi dan peningkatan visibilitas merek. Optimalisasi kanal digital juga menjadi salah satu fokus utama untuk memperluas jangkauan pasar. SIDO juga akan terus memperluas penetrasi pada kanal modern
trade, e-commerce, serta kanal berbasis komunitas. Sementara itu, memasuki kuartal pertama dan periode Ramadan, SIDO telah menyiapkan berbagai langkah untuk menjaga momentum penjualan tanpa mengorbankan margin, antara lain menyiapkan program promo menarik, menjaga ketersediaan produk, serta aktivasi.
Dari sisi belanja modal, perseroan menyiapkan capex pada 2026 di kisaran Rp 120 miliar hingga Rp 150 miliar. Dana tersebut akan difokuskan untuk pemeliharaan dan penambahan peralatan produksi guna mendukung pengembangan produk serta peningkatan efisiensi. “Dialokasikan untuk pemeliharaan mesin produksi dan penambahan peralatan produksi untuk mendukung pengembangan produk dan peningkatan efisiensi,” sebut David. Terkait kinerja tahun 2025, David menegaskan bahwa realisasi kinerja perusahaan masih berada dalam koridor target internal yang telah ditetapkan manajemen. Oleh karena itu, perseroan belum melakukan penyesuaian terhadap target akhir tahun. Adapun, perseroan optimistis target pertumbuhan 5% untuk penjualan maupun laba bersih 2025.
“Hingga saat ini, kinerja Perseroan masih sejalan dengan target internal. Pencapaian target akhir tahun yang kami lakukan tetap berfokus pada pertumbuhan pendapatan dan profitabilitas yang sehat,” tandasnya.
Baca Juga: Kemenperin Proyeksikan Ekspor Industri Manufaktur Tembus US$ 236 Miliar pada 2026 Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News