KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (
SIDO) masih optimistis terhadap kinerja hingga akhir 2026. Direktur Sido Muncul, Irwan Hidayat menyebut penjualan perusahaan mulai kembali normal sejak Juli 2026 setelah perseroan melakukan
inventory adjustment pada distributor. Irwan mengatakan, penyesuaian persediaan tersebut menjadi salah satu faktor yang menekan laporan penjualan SIDO pada semester I-2026. Namun, menurut dia, kondisi tersebut tidak mencerminkan penurunan permintaan di pasar.
"Saya lakukan
inventory adjustment, sehingga laporan penjualannya, laporan profit penjualannya turun. Tapi
demand-nya nggak turun, pasar nggak turun," kata Irwan kepada Kontan, Kamis (1/10/2026).
Baca Juga: Sido Muncul (SIDO) Perkuat Ekosistem Herbal Lewat Platform Digital Sido HerbalPedia Sebagai gambaran, penjualan SIDO pada Semester I-2026 turun sekitar 20% secara tahunan. Secara segmen, penjualan herbal dan suplemen turun sekitar 41% menjadi sekitar Rp639 miliar. Sementara itu, segmen makanan dan minuman masih tumbuh sekitar 11% menjadi sekitar Rp 760 miliar. Segmen farmasi juga mencatat pertumbuhan sekitar 7% menjadi Rp67,4 miliar. Irwan mengatakan kondisi penjualan mulai membaik pada periode Juli hingga September 2026. Ia menyebut penjualan Agustus mencapai hampir Rp 360 miliar dalam satu bulan, sementara persediaan di distributor telah turun menjadi sekitar 18 hari. "Sudah normal, sudah balik normal. Stok yang ada di distributor cuma tinggal 18 hari," ujarnya. Menurut Irwan, persediaan pada sejumlah distributor utama berada di kisaran 9–18 hari, sedangkan secara umum sekitar satu minggu. Kondisi tersebut dinilai jauh lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya ketika stok distributor sempat mencapai sekitar enam bulan.
Baca Juga: PLTP Gunung Ungaran 55 MW Masih Dikaji, Ini Penjelasan Soal Kebutuhan Air Irwan juga menyebut penjualan pada kuartal III-2026 secara pengamatannya lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun, ia menegaskan angka tersebut masih berdasarkan laporan penjualan internal dan belum diverifikasi. "Kalau penjualan, dimensinya tinggi, naik dimensinya. Dimensinya dari toko ke konsumen tuh naik," katanya. Untuk kinerja sepanjang 2026, Irwan tetap menyatakan optimistis. Ia memperkirakan, apabila laporan penjualan hingga akhir tahun masih mencatat penurunan akibat
inventory adjustment, penurunannya berada dalam kisaran satu digit. "Optimis, optimis. Seandainya tutup tahun ini laporannya turun karena
inventory adjustment. Itu diharapkan juga tidak sampai paling banyak ya satu digit lah. 5%, 6% dibanding tahun lalu," ujar Irwan. Namun, angka tersebut merupakan perkiraan Irwan dan bukan target atau panduan resmi perusahaan. Ia juga menyebut penyesuaian persediaan dilakukan untuk mengurangi tingginya stok di distributor yang sebelumnya terdorong oleh pemberian potongan harga untuk pembelian dalam jumlah besar.
Baca Juga: PMI Manufaktur Naik, Kadin Ingatkan Pemulihan Belum Merata Di sisi lain, SIDO masih melihat pertumbuhan dari sejumlah produk dan pasar ekspor. Irwan mengatakan penjualan energy drink di Afrika, produk antangin, serta produk food supplement masih tumbuh.
Perseroan juga terus mengembangkan produk baru. Salah satunya Tolak Linu Sleep yang telah dipasarkan, serta produk jamu serbuk generasi baru yang dikembangkan tanpa ampas. Untuk kanal penjualan, Irwan mengatakan penjualan offline masih menjadi kontributor yang lebih besar. Namun, kanal online mencatat pertumbuhan yang lebih tinggi. Sementara terkait ekspansi, Irwan menyebut SIDO akan terus mengembangkan produk dan pasar, tetapi belum ada rencana akuisisi perusahaan. "Pokoknya kita develop terus," katanya. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News