KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) memperluas pemasaran produk bahan bangunan di kawasan Indonesia Timur melalui pasokan Bata Interlock Presisi untuk proyek Perumahan Sunrise City Maros, Sulawesi Selatan. Dalam proyek yang dikembangkan PT Nusantara Land Development (NLD Corp) tersebut, Bata Interlock Presisi digunakan untuk membangun 17 unit rumah komersial berkonsep arsitektur Skandinavia. Direktur Utama NLD Corp Tri Wijaya mengatakan, penggunaan material tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan menghadirkan hunian dengan karakter berbeda, tetapi tetap mempertimbangkan keterjangkauan harga.
Baca Juga: Ongkos Pengiriman Minyak Tembus US$ 30 per Barel, Ini Risiko bagi Indonesia Menurut Tri, keputusan menggunakan Bata Interlock Presisi diambil setelah perusahaan melakukan riset selama sekitar satu tahun. Riset tersebut mencakup pengumpulan informasi mengenai material hingga kunjungan ke rumah contoh di Bambu Apus, Jakarta, serta pameran Danantara Housing Expo 2026. Tri menilai, material tersebut dapat memberikan tampilan hunian yang lebih premium. Selain itu, ia menyebut kondisi udara di dalam rumah terasa lebih sejuk sehingga dinilai sesuai dengan karakter cuaca di Kabupaten Maros. "Kami menawarkan hunian dengan karakter material berbeda, tapi dengan harga terjangkau. Ini yang kami coba hadirkan di sini," ujar Tri dalam keterangannya, Rabu (4/11/2026). Sunrise City Maros mengembangkan dua segmen hunian, yakni rumah subsidi dan rumah komersial. Untuk saat ini, Bata Interlock Presisi baru digunakan pada segmen komersial. Namun, NLD Corp membuka peluang penggunaan material tersebut pada proyek rumah subsidi di lokasi lain.
Baca Juga: OMDC Buka Cabang Baru, Hadirkan Konsep Supermarket di Klinik Gigi Tri mengatakan, perusahaan tengah mengkaji kemungkinan penerapan material tersebut untuk pengembangan perumahan subsidi pada proyek berikutnya. Sunrise City Maros berlokasi di Kabupaten Maros dengan akses relatif dekat ke Kota Makassar dan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Lokasi tersebut menjadi salah satu pertimbangan pengembangan kawasan hunian di wilayah penyangga Makassar. Sementara itu, Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni mengatakan, pasokan Bata Interlock Presisi untuk proyek tersebut melibatkan dua anak usaha SIG, yakni PT Semen Tonasa dan PT Varia Usaha Beton. Semen Tonasa bertindak sebagai penyedia bahan baku dan pemasok, sedangkan Varia Usaha Beton berperan sebagai produsen Bata Interlock Presisi. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya SIG memperluas pemasaran produk bahan bangunan di kawasan Indonesia Timur.
Baca Juga: PMI Manufaktur Menguat, Pasar Aftermarket Topang Bisnis Komponen SMSM Sebagai informasi, Bata Interlock Presisi merupakan material konstruksi berbentuk balok dengan sistem saling mengunci. SIG menyebut sistem tersebut memungkinkan proses pemasangan lebih efisien dan mempercepat durasi pembangunan dibandingkan metode konstruksi konvensional. Material ini juga diklaim memiliki karakteristik tahan api, mampu menjaga suhu ruangan lebih sejuk, serta dirancang untuk menghasilkan bangunan yang kokoh dan ramah gempa. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News