Sikapi Tantangan Inflasi Medis, Ciputra Life Terapkan Sejumlah Strategi Ini



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Fenomena inflasi medis masih menjadi salah satu tantangan utama bagi industri asuransi kesehatan pada tahun ini. Fenomena tersebut berpotensi menaikkan biaya kesehatan yang ujungnya bisa berdampak terhadap klaim asuransi kesehatan.

PT Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life) menerapkan sejumlah strategi dalam menyikapi tantangan inflasi medis. Direktur Utama Ciputra Life Hengky Djojosantoso menyampaikan fenomena tersebut tak serta-merta membuat perusahaan menaikkan tarif premi.

Dia menjelaskan salah satu strategi yang dilakukan adalah melakukan koordinasi dengan klien korporasi untuk memastikan bahwa memang mereka mendapatkan pelayanan kesehatan yang sesuai dan terbaik.


"Sebab, kami fokusnya lebih ke arah produk untuk korporasi, bukan individual. Jadi, kami tentunya koordinasi dengan klien agar tidak overutilization. Artinya, memberikan layanan yang memang diperlukan saja, sehingga limit dari peserta tidak cepat habis," ujarnya saat konferensi pers di kawasan Jakarta Selatan, Jumat (21/8/2026).

Baca Juga: Inflasi Medis Membayangi, OJK:Rasio Klaim Asuransi Kesehatan 57,78% per April 2026

Selain itu, Hengky menyebut Ciputra Life juga menerapkan Coordination of Benefit (CoB) dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Hal itu juga diharuskan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang tertuang dalam Peraturan OJK soal asuransi kesehatan.

"Memang POJK yang baru mengharuskan perusahaan asurasi ke depan mempunyai layanan Koordinasi Antar Penyelenggara Jaminan (KAPJ). Jadi, hal itu memang dilakukan kami supaya memberikan manfaat yang terbaik buat klien tanpa harus meningkatkan premi," tuturnya.

Sementara itu, Hengky menyampaikan Ciputra Life membayarkan klaim dan manfaat kepada nasabah pada Semester I 2026 mencapai Rp 107,1 miliar. Nilainya meningkat 88,89%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 56,7 miliar.

Menurut Hengky, peningkatan pembayaran klaim perusahaan menjadi kondisi yang sangat wajar. Sebab, dia bilang hal itu juga sejalan dengan pertumbuhan bisnis Ciputra Life yang sangat pesat, yang mana premi meningkat 53% secara Year on Year (YoY). 

Baca Juga: Ciputra Life Waspadai Sejumlah Faktor yang Bisa Pengaruhi Laba hingga Akhir Tahun Ini

"Kenapa klaimnya meningkat? Hal itu karena pertumbuhan bisnis dan kami juga membuka channel bisnis baru, yaitu layanan asuransi kesehatan untuk korporasi," ungkapnya.

Asal tahu saja, Ciputra Life mulai mengembangkan lini corporate solution, termasuk asuransi kesehatan kumpulan sejak pertengahan 2024. Lebih lanjut, Hengky menjelaskan kalau melihat secara rasio klaim keseluruhan, angkanya terbilang masih terkendali. 

Jika menelaah berdasarkan laporan keuangan perusahaan per Juni 2026, Ciputra Life mencatatkan premi sebesar Rp 387,6 miliar. Apabila dihitung, rasio klaim Ciputra Life tercatat sebesar 27,6% per Juni 2026.

Hengky menyampaikan pembayaran manfaat dan klaim tersebut menjadi fondasi utama perusahaan dalam menjaga kepercayaan nasabah.

“Selain menjaga kesehatan keuangan perusahaan, kami juga memastikan kewajiban kepada nasabah dipenuhi sesuai dengan ketentuan polis,” ucap Hengky. 

Baca Juga: Laba Ciputra Life Naik 64,45% pada Semester I-2026, Berikut Penopangnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News