Siloam (SILO) Bakal Akuisisi 14 Perusahaan Pemilik Properti Rumah Sakit



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) bersama anak usahanya, PT Megapratama Karya Bersama (MKB), akan mengakuisisi saham di 14 perusahaan pemilik properti rumah sakit dari entitas anak First Real Estate Investment Trust (First REIT).

Akuisisi mencakup sejumlah properti rumah sakit yang selama ini telah dioperasikan oleh Siloam. Sekretaris Perusahaan SIloam International Lewi Aga Basoeki dalam keterbukaan informasi di BEI memaparkan, Siloam akan menjalankan rencana akuisisi tersebut dalam dua tahap.

Pada tahap pertama, Siloam dan MKB berencana mengambil alih 100% saham pada delapan perusahaan sasaran. "Transaksi tersebut mengacu pada delapan Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham Bersyarat (PPJB) yang ditandatangani pada 1 April 2026 dan telah diubah melalui surat tambahan pada 24 Agustus 2026,” jelas Lewi dalam pada Jumat (18/9/2026).


Baca Juga: Minyak Dunia Tembus US$ 100, Biaya Produksi Industri Baja Indonesia Terancam Naik

Sementara itu, tahap kedua mencakup rencana pengambilalihan saham pada enam perusahaan sasaran lainnya.

Pelaksanaan tahap kedua bergantung pada penggunaan hak oleh para pemegang opsi jual. Jika hak tersebut digunakan berdasarkan enam Perjanjian Opsi Jual tertanggal 1 April 2026, yang telah diubah pada 24 Agustus 2026, Siloam atau MKB akan diwajibkan membeli saham perusahaan-perusahaan tersebut.

Dalam transaksi tersebut, sejumlah entitas anak First REIT bertindak sebagai penjual pada transaksi tahap pertama maupun sebagai pemegang opsi jual pada transaksi tahap kedua.

Sementara itu, Perpetual (Asia) Limited bertindak sebagai trustee dari First REIT. "Rencana akuisisi ini menjadi bagian dari langkah Siloam untuk mengambil alih kepemilikan atas properti rumah sakit yang selama ini telah digunakan dalam kegiatan operasional perusahaan,” terang Lewi.

Untuk melancarkan aksi tersebut, Siloam akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Selasa, 22 September2026.

Direksi dan Dewan Komisaris Siloam menyatakan bertanggung jawab penuh atas kebenaran dan kelengkapan informasi yang disampaikan kepada publik terkait rencana transaksi tersebut. Perusahaan ini selanjutnya akan menunggu keputusan pemegang saham dalam RUPSLB sebelum melanjutkan proses transaksi sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Juga: Solusi Environment (SOFA) Siapkan Rp 131 Miliar untuk Ekspansi Bisnis Waste-to-Energy

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News