KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Siloam International Hospitals Tbk (
SILO) terus memperkuat fondasi pertumbuhan bisnis melalui ekspansi jaringan dan peningkatan kapasitas layanan kesehatan hingga akhir 2026. Hingga semester I-2026, Siloam mencatat kapasitas tempat tidur operasional mencapai 4.440 tempat tidur, atau tumbuh 4,6% secara tahunan (YoY). Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh ekspansi brownfield pada jaringan rumah sakit yang telah beroperasi. Sementara itu, tingkat okupansi tempat tidur tetap terjaga di level 62,5%. Head of Investor Relations Siloam International Hospitals Elbert Hartanto mengatakan, dalam waktu dekat SILO akan mengoperasikan Siloam Hospitals Semarang Srondol.
Selain itu, perusahaan belum lama ini membuka Siloam Premium Clinics di Senayan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Siloam memperluas akses layanan kesehatan sekaligus memperkuat layanan dengan pendekatan yang lebih terintegrasi.
Baca Juga: Penjualan Alat Berat Intraco Penta (INTA) Turun, Bisnis Rental Berkontribusi 25% “hingga akhir 2026, Siloam terus menjalankan ekspansi secara terukur, baik melalui pengembangan jaringan maupun penguatan kapasitas dan layanan di rumah sakit yang telah beroperasi,” ungkap Elbert, kepada Kontan.co.id, pada Jumat (2/10) lalu. Di sisi lain, salah satu fokus utama Siloam saat ini adalah menyelesaikan sisa transaksi Tahap Pertama dengan First REIT yang ditargetkan rampung pada kuartal IV-2026. Sebagai informasi, SILO tengah menyiapkan akuisisi 14 perusahaan pemilik properti rumah sakit dari entitas anak First Real Estate Investment Trust (First REIT) dengan nilai transaksi mencapai Rp6,91 triliun. Transaksi tersebut mencakup delapan perusahaan pada tahap pertama dan enam perusahaan pada tahap kedua. Untuk Tahap Pertama, Siloam akan mengakuisisi 100% saham delapan perusahaan. Selanjutnya, tahap kedua akan dilaksanakan melalui mekanisme opsi jual sebagaimana telah disepakati. Menurut Elbert, kepemilikan atas properti rumah sakit tersebut diharapkan memberikan fleksibilitas lebih besar bagi Siloam dalam melakukan investasi pada fasilitas, menambah kapasitas, serta memperkuat layanan klinis di jaringan rumah sakit yang telah ada.
Di luar transaksi tersebut, SILO juga aktif mengevaluasi berbagai peluang pertumbuhan anorganik. Pilihan tersebut mencakup akuisisi, joint venture, maupun bentuk kerja sama strategis lainnya. “Setiap peluang akan dievaluasi secara selektif dan disiplin dengan mempertimbangkan kesesuaian strategis serta penciptaan nilai jangka panjang bagi Perseroan,” ucapnya. Dari sisi operasional, kinerja SILO sepanjang semester I-2026 juga menunjukkan pertumbuhan positif. Jumlah pasien rawat inap tercatat mencapai 156.269 pasien atau meningkat 2,9% YoY. Sementara itu, hari rawat mencapai 502.570, tumbuh 4,7% YoY. Adapun kunjungan rawat jalan mencapai sekitar 2,18 juta, atau meningkat 4,4% YoY. Saat ini, Siloam telah mengoperasikan 41 rumah sakit dan 77 Siloam Clinics yang tersebar di seluruh jaringan.
Untuk mendukung ekspansi tersebut, perusahaan menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp1,5 triliun-Rp2 triliun pada 2026. Belanja modal tersebut terutama dialokasikan untuk pengembangan kapasitas melalui ekspansi brownfield, penguatan layanan unggulan dan teknologi medis, serta pemeliharaan dan peningkatan fasilitas. Hingga saat ini, realisasi capex Siloam disebut masih berada dalam koridor anggaran yang telah ditetapkan perusahaan untuk tahun 2026. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News