Siloam (SILO) Perluas Bedah Robotik, Analis Lihat Peluang Pertumbuhan Kinerja



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemanfaatan teknologi bedah robotik di Indonesia terus berkembang. PT Siloam International Hospitals Tbk memperluas penerapan teknologi tersebut di berbagai bidang, seperti ortopedi, urologi, bedah digestif, dan neurologi.

Dengan tujuh sistem robotik yang telah beroperasi di Jakarta, Surabaya, Bali, dan Makassar, emiten berkode saham SILO itu menargetkan semakin banyak masyarakat dapat mengakses layanan bedah presisi berstandar global, tanpa harus mencari pengobatan ke luar negeri. 

CEO Siloam International Hospitals, Caroline Riady mengatakan, dalam satu tahun terakhir SILO tidak hanya menghadirkan teknologi bedah robotik, tetapi juga membangun ekosistem yang memungkinkan teknologi tersebut memberikan manfaat nyata bagi pasien.


"Dalam satu tahun terakhir, kami tidak hanya menghadirkan teknologi bedah robotik, tetapi membangun sebuah ekosistem yang memungkinkan teknologi tersebut memberikan manfaat nyata bagi pasien. Hal ini mencakup investasi pada pengembangan kompetensi dokter, tata kelola klinis, penelitian, dan budaya pembelajaran yang berkelanjutan," ujar Caroline, akhir pekan lalu, 

Chief Medical Officer SILO, dr. Grace Frelita mengatakan, berdasarkan evaluasi klinis internal, pemanfaatan bedah robotik menunjukkan manfaat yang terukur dari sisi presisi, keselamatan, dan pemulihan pasien.

Berdasarkan Siloam Knee Arthroplasty Registry, pasien yang menjalani operasi lutut robotik memiliki rata-rata lama rawat inap 4,5 hari. Lbih singkat dibandingkan 6,2 hari pada prosedur konvensional, dengan tingkat keamanan yang tetap setara.

Baca Juga: Arus Dana ETF Bitcoin Berbalik Positif, Sinyal Investor Institusi Mulai Pulih

Langkah ekspansi layanan berbasis teknologi tersebut  dapat menjadi katalis bagi kinerja SILO hingga sisa tahun 2026. Investment Analyst Infovesta Utama, Ekky Topan mengatakan, kinerja SILO pada kuartal I-2026 menunjukkan pertumbuhan yang solid. Pendapatan naik 7,9% secara tahunan (year on year) dan laba bersih meningkat 13,8% menjadi sekitar Rp 280 miliar.

"Ekspansi bedah robotik dan digitalisasi dapat memperkuat diferensiasi layanan SILO, terutama pada segmen pasien menengah atas dan tindakan medis kompleks," ujar Ekky kepada Kontan, Rabu (22/7).

Menurut Ekky, strategi tersebut juga membuka peluang bagi SILO menangkap pasar pasien Indonesia yang selama ini berobat ke luar negeri. Meski belanja modal untuk pengembangan layanan masih berpotensi menekan margin dalam jangka pendek, kondisi keuangan perseroan dinilai cukup solid untuk menopang ekspansi.

Ia merekomendasikan strategi trading buy atau buy on weakness. Secara teknikal, saham SILO memiliki level support di kisaran Rp 2.000-Rp 2.100 per saham. Sementara jika terjadi pembalikan arah, saham SILO berpeluang menguji level resistance di Rp 2.440 dengan target lanjutan di kisaran Rp 2.750-Rp 2.900 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News