Silvio Napoli Jadi CEO Lucid, Perusahaan Galang Dana US$1 Miliar



KONTAN.CO.ID - Produsen kendaraan listrik Lucid Motors pada Selasa (14/4) resmi menunjuk mantan bos Schindler Group, Silvio Napoli, sebagai CEO baru.

Di saat bersamaan, perusahaan juga mengumumkan penggalangan dana lebih dari US$1 miliar untuk memperkuat likuiditas.

Napoli akan menggantikan CEO interim Marc Winterhoff, yang tetap menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO).


Langkah ini dilakukan di tengah fase krusial perusahaan yang tengah meningkatkan produksi dan memperluas lini kendaraan, yang membutuhkan biaya besar.

Baca Juga: Profil Kevin Warsh: Calon Bos The Fed Terkaya Sepanjang Sejarah

Strategi Pendanaan Baru

Lucid menyebutkan bahwa pendanaan baru ini berasal dari kombinasi penerbitan saham dan investasi.

Mengutip Reuters, salah satu kontribusi terbesar datang dari Ayar Third Investment Company, afiliasi Public Investment Fund, dengan nilai US$550 juta dalam bentuk saham preferen konversi.

Selain itu, Lucid juga memperluas fasilitas kredit hingga US$2,5 miliar dan mengantongi lebih dari US$291 juta dari penawaran saham melalui Bank of America.

Meski demikian, sejumlah analis menilai langkah ini belum cukup untuk mengatasi tekanan keuangan jangka panjang.

Baca Juga: Profil Peter Magyar: Pemimpin Baru Hungaria, Sukses Gusur Viktor Orban

Tantangan Produksi dan Ekspansi Bisnis

Lucid saat ini menghadapi berbagai tantangan, termasuk gangguan rantai pasok, masalah kualitas komponen kursi baris kedua, dan penurunan pengiriman kendaraan pada kuartal pertama.

Di sisi lain, perusahaan tengah berupaya memperluas pasar dengan menghadirkan model kendaraan listrik yang lebih terjangkau.

Lucid juga mengincar peluang di sektor kendaraan otonom melalui kerja sama dengan Uber dan perusahaan teknologi otonom Nuro.

Baca Juga: CEO United Airlines, Scott Kirby, Incar Merger dengan American Airlines

Perluasan Proyek Robotaxi

Dalam kerja sama terbarunya, Uber berkomitmen untuk menggunakan setidaknya 35.000 kendaraan Lucid dalam layanan robotaxi.

Tak hanya itu, Uber juga akan menambah investasi sebesar US$200 juta ke Lucid, memperkuat kemitraan strategis di sektor kendaraan tanpa pengemudi.

Industri kendaraan otonom sendiri diprediksi akan tumbuh pesat dalam beberapa tahun ke depan, menjadi peluang baru bagi produsen otomotif untuk meningkatkan pendapatan.

Untuk bertahan di tengah ketatnya persaingan industri kendaraan listrik, Lucid telah melakukan berbagai langkah efisiensi.

Beberapa upaya yang telah diambil mencakup optimalisasi rantai pasok, pengurangan tenaga kerja, hingga fokus pada peningkatan profitabilitas.

Baca Juga: Jejak Relasi Jeffrey Epstein: Ini Daftar Politikus dan Miliarder yang Terkait

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News