Simak Arah IHSG dan Rekomendasi Saham dari Analis untuk Perdagangan Selasa (30/8)



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Senin (29/8) dengan melemah 0,04% ke posisi 7.132,04. Adapun IHSG menguji area resistance tapi ada peluang melanjutkan koreksi. 

Analis Henan Putihrai Sekuritas Mayang Anggita menjelaskan pasa Senin (29/8), IHSG nampak berhasil uji support MA10 di 7.110 dan ditutup dengan candle serupa hammer.

"IHSG diharapkan mampu kembali bergerak naik menuju rintangan previous high di area 7.230 sampai 7.258, disusul titik All Time High 7.355," kata Mayang Senin (29/8). 


Dia bilang perjalanan tersebut merupakan jalan yang perlu dilewati IHSG sebelum melanjutkan perjalanan ke utara menuju Upper Channel di seputaran 7.600 sebagai target jangka panjang. 

Baca Juga: Simak Proyeksi IHSG dan Rekomendasi Saham dari Sejumlah Analis untuk Selasa (30/8)

Mayang memproyeksikan IHSG akan menguji support di level 7.110 atau 6.945. Sementara IHSG akan uji resistance di area 7.230–7.258.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menganalisis IHSG berpotensi melemah terbatas pada rentang 7.050–7.200

"Ada potensi rebound yang terbuka lebar, apabila menilik perdagangan kemarin. Hati hati dan cermati perubahan arus yang terjadi," jelas dia. 

Untuk perdagangan Selasa (30/8), Pilarmas Investindo Sekuritas menyarankan pelaku pasar bisa mencermati saham PGAS pada support Rp 1.930 dan resistance di Rp 2.025. 

Lalu ada saham HRUM dengan support Rp 1.685 per saham dengan dan resistance di Rp 1.770. Terakhir, saham BBCA dengan resistance di level Rp 8.350 dan support Rp 7.950.

Sementara, Analis Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan mencermati IHSG hampir menutup gap ke 7.135. Pola tersebut membuka peluang rebound lanjutan ke kisaran 7.150– 7.180 pada hari ini. 

Baca Juga: IHSG Berpeluang Rebound, Berikut Saham-saham yang Bisa Dicermati Hari Ini (30/8)

Selain itu, dia memperkirakan harga batubara kembali meningkat dan bertahan di kisaran US$400 per ton menyusul potensi peningkatan demand ditengah persiapan musim dingin dari negara-negara di belahan bumi utara. 

"Heatwave yang terjadi di beberapa negara Uni Eropa dan Tiongkok juga berpotensi memicu peningkatan demand coal," paparnya. 

Valdy bilang, saham-saham yang dapat diperhatikan di Selasa (30/8), meliputi ADMR, HRUMINDY, ENRG, RMKE dan sejumlah saham defensif, seperti INDF, TLKM dan termasuk BBCA.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi