KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasar saham Indonesia akan memasuki periode musiman yang kerap menjadi perhatian investor, yaitu perayaan Tahun Baru Imlek dan datangnya bulan Ramadan mulai pekan depan. Kondisi ini membuat pelaku pasar perlu lebih selektif dalam memilih saham untuk kebutuhan trading maupun investasi, mengingat pekan tersebut hanya memiliki tiga hari perdagangan efektif. Berdasarkan kalender libur Bursa Efek Indonesia, aktivitas perdagangan hanya berlangsung pada Rabu hingga Jumat (18–20 Februari). Sementara itu, Senin (16/2) ditetapkan sebagai cuti bersama Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili dan Selasa (17/2) merupakan hari libur nasional untuk memperingati Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili.
Baca Juga: Volatilitas Pasar, Investor Dapat Meninjau Ulang Strategi Investasi Adapun awal bulan Ramadan 1447 Hijriah pada tahun 2026 diperkirakan paling cepat jatuh pada Rabu (18/2).
Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, menilai tahun 2026 khususnya kuartal pertama memiliki karakter unik karena dua perayaan besar berlangsung dalam periode yang berdekatan. "Secara katalis, kedua momentum ini adalah motor penggerak konsumsi domestik," kata Liza kepada Kontan, Jumat (13/2/2026). Ia melihat adanya efek akumulasi permintaan, di mana belanja rumah tangga untuk persiapan Imlek berlanjut langsung ke pola konsumsi Ramadan yang umumnya meningkat. Sementara itu, Liza bilang Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga optimistis konsumsi pada kuartal pertama akan memberikan suntikan ke pasar sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi ke level yang lebih tinggi, bahkan berpotensi mendekati pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) sekitar 6%. Liza menambahkan secara historis, aktivitas perdagangan selama bulan puasa cenderung bergerak lebih lambat dibanding periode normal. Menurutnya, jam operasional sejumlah perkantoran biasanya juga mengalami penyesuaian meskipun bursa dan perusahaan sekuritas tetap beroperasi seperti biasa.
Baca Juga: Imlek dan Ramadan, Momen Racik Ulang Portofolio Investasi? Dengan pekan depan yang juga terpotong libur panjang hingga 17 Februari, Liza memperkirakan nilai transaksi akan cenderung menurun dibandingkan pekan ini. Dus, Liza memprediksi
area support Indeks Harga Shaam Gabungan (IHSG) berada di level 8.115-8.000 serta
resistance di posisi 8.251-8.334.
Titik Infleksi Pasar Modal Indonesia
Khusus perayaan Tahun Baru Imlek, tahun 2026 menandai peralihan dari Tahun Ular Kayu menuju Tahun Kuda Api. Liza bilang transisi dari siklus Ular yang penuh kehati-hatian menuju Kuda Api yang eksplosif menandai titik infleksi bagi pasar modal Indonesia. Di tengah residu volatilitas akibat tantangan transparansi dan friksi regulasi, tahun 2026 hadir bukan sekadar sebagai pergantian kalender, melainkan sebuah katalis pembaruan. "Kita mengantisipasi gelombang reformasi struktural yang akan merekalibrasi pondasi pasar, mengubah tantangan tata kelola menjadi momentum penguatan integritas pasar," ucapnya. Menurut Liza, Tahun Kuda Api bukan lagi saatnya melakukan konsolidasi secara pasif. Pasar akan didominasi oleh entitas yang berani mengambil peluang dan memperluas ruang geraknya. Proyek dengan narasi masa depan serta prospek pertumbuhan kuat berpotensi memperoleh valuasi premium. "Di tahun Kuda Api, diam di tempat adalah risiko terbesar. Bergerak cepat atau akan tersapu oleh laju pasar," ucapnya. Liza menegaskan, Tahun 2026 menuntut pergeseran radikal dari strategi pasif menuju agresivitas stock picking. Pasar tidak lagi bergerak serentak, melainkan didominasi oleh emiten dengan narasi pertumbuhan kuat dan likuiditas tinggi sebagai indikator utama. Dalam lanskap berorientasi momentum ini, sektor defensif kehilangan daya tariknya sebagai mesin pertumbuhan dan lebih berfungsi sebagai instrumen lindung nilai untuk meredam volatilitas.
Baca Juga: Momen Imlek dan Ramadan, Simak Strategi Investasi Sesuai Profil Investor Liza juga membagikan sejumlah deretan saham yang menarik dicermati untuk tahun 2026, antara lain JPFA, INET, TRIN, ENRG, TLKM RMKE, INKP dan ERAl di target harga masing-masing Rp 3.110, Rp 630, Rp 1.650, Rp 2.000, Rp 4.000, Rp 10.800 dan Rp 540 per saham.
Sementara itu, Liza juga menyarankan untuk mencermati saham perbankan antara lain BMRI dan BTPS dengan target harga masing-masing Rp 5.960 dan Rp 1.635 per saham.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News