Simak katalis yang menggerakan rupiah pada pekan ini



KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Rencana pengumuman tapering off Amerika Serikat (AS) sempat menjerat rupiah. Namun, penurunan kasus Covid-19 harian di dalam negeri berhasil membuat nilai tukar rupiah bergerak stabil dengan cenderung menguat dalam minggu ini. 

Mengutip Bloomberg, Jumat (27/8), rupiah ditutup stagnan di level Rp 14.418 per dolar AS. Sementara dalam sepekan rupiah berhasil menguat 0,24% dari Rp 14.453 per dolar AS yang di cetak pada Jumat (20/8). 

Ekonom Bank Mandiri Reny Eka Putri mengatakan, rupiah menguat karena mendapat dukungan dari kasus Covid-19 harian yang turun. Distribusi vaksin Covid-19 yang meningkat juga memberi angin segar bagi rupiah. 


"Kinerja pemerintah dalam memberikan vaksin Covid-19 menunjukkan ke global bahwa Indonesia berhasil meningkatkan kepercayaan investor," kata Reny, Jumat (27/8). 

Baca Juga: Rupiah spot ditutup stabil di level Rp 14.418 per dolar AS pada hari ini (27/8)

Namun, Reny mengatakan, masih ada risiko yang mengintai rupiah, yaitu peluang besar terjadinya tapering off di Negeri Paman Sam. 

"Jelang simposium Jackson Hole, dua pejabat Federal Reserve menyampaikan pemulihan ekonomi AS sudah sesuai harapan dan peluang terjadinya tapering off besar," jelas dia. 

Jika tapering off The Fed diumumkan, mata uang yang melawan dolar AS akan tertekan. Namun, Reny optimistis, fundamental dalam negeri yang kuat akan menjaga pergerakan rupiah di pekan depan. 

Reny pun memproyeksikan, rupiah bergerak dalam kisaran Rp 14.386 per dolar AS-Rp 14.473 per dolar AS untuk pekan depan.

Selanjutnya: Sepekan menguat 0,24%, simak sentimen yang menopang pergerakan rupiah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anna Suci Perwitasari