MOMSMONEY.ID - Mengompol atau ngompol adalah aktivitas kencing secara tidak sengaja sembari tidur, berdiri, hingga duduk akibat tidak bisa menahan air urin yang keluar. Disebut juga sebagai Enuresis, mengompol sering terjadi pada bayi hingga usia mereka menginjak 5 tahun. Pada usia-usia tersebut, mengompol pada anak masih dianggap wajar. Namun, ketika usia anak sudah di atas 5 tahun, mengompol sudah bukan menjadi sesuatu yang dianggap normal. Jika anak terus-terusan mengompol, maka dibutuhkan penanganan yang tepat untuk mencegah terjadinya infeksi saluran kemih. Perlu diketahui bahwa infeksi saluran kemih pada anak dapat membuat mereka stres dan kurang percaya diri.
- Infeksi saluran kemih.
- Gangguan struktur organ saluran kemih.
- Kontraksi kandung kemih berlebihan atau Overactive Bladder.
- Pengeluaran urin dari kandung kemih yang tidak tuntas.
- Gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas.
- Obstructive Sleep Apnea
- Kecemasan, bisa karena perceraian orang tua, pindah sekolah, atau punya adik baru.
- Kelainan genetik yang diturunkan oleh salah satu maupun kedua orang tua.
- Produksi air kemih berlebihan di malam hari akibat hormon antidiuretik berkurang.
- Gangguan sistem syaraf daerah kandung kemih yang disebut sebagai gangguan kandung kemih neurogenik.
- Melatih kandung kemih atau Bladder Training. Latihan ini dilakukan agar otot dasar panggul dapat terlatih untuk menahan buang air kecil.
- Dianjurkan bagi anak untuk melakukan buang air kecil secara teratur setiap 2 jam.
- Menghindari makanan atau minuman yang mengandung kafein. Pasalnya, kafein bisa merangsang anak untuk sering buang air kecil.
- Mengarahkan anak untuk minum secara cukup pada siang hari dan tidak minum pada malam hari menjelang tidur.
- Membiasakan anak untuk buang air besar secara teratur.