Simak portofolio pembiayaan Home Credit



JAKARTA. Perusahaan pembiayaan berusaha terus memahami kebutuhan nasabah dalam mengembangkan bisnisnya. PT Home Credit Indonesia melihat karakteristik masyarakat Indonesia cocok menjadi pasar empuk dalam mengerek pembiayaan.

Jaroslav Gaisler, CEO PT Home Credit Indonesia mengatakan, portofolio pembiayaan Home Credit saat ini masih didominasi oleh pembiayaan elektronik meliputi handphone dan gadget lainnya sebesar 69% dari total portofolio. Sementara sisanya 31% merupakan pembiayaan alat-alat rumah tangga (home appliance)

"Kebutuhan masyarakat terhadap gadget terbaru sangat tinggi. Hal ini mendorong pertumbuhan pembiayaan Home Credit hingga berkali-kali lipat," ujar Gaisler.


Di sisi lain, kebutuhan terhadap alat-alat rumah tangga bagi keluarga baru juga turut menopang pembiayaan Home Credit. Apabila dihitung secara rata-rata, pembiayaan Home Credit untuk satu nasabah berkisar Rp 3,2 juta.

Pembiayaan yang relatif kecil ini sejalan dengan terjaganya angka kredit macet atau non performing financing (NPF). Per Februari 2016, angka NPF berada di level 0,89%. Angka ini cenderung stabil dari bulan ke bulan.

Sebagai catatan, pembiayaan Home Credit hingga Maret 2016 sebesar hampir Rp 300 miliar. Adapun target pembiayaan akhir tahun mencapai Rp 1,5 triliun.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News