Simak prediksi analis untuk pergerakan IHSG pada esok hari



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada akhir perdagangan Selasa (2/4) dengan mencatatkan kenaikan 0,36% ke level 6.476. Pada perdagangan Kamis (4/4) besok, tren penguatan IHSG diprediksi bisa berlanjut.

"Untuk hari Kamis sentimen yang akan mempengaruhi adalah perkembangan pembicaraan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China, harga komoditas dan pergerakan rupiah," kata Analis Indopremier Sekuritas Mino.

Ia meramalkan indeks akan menguat dengan support pada level 6.445 dan resistance di level 6.505.


Pada perdagangan Selasa (2/4) sendiri, ia menyebut penguatan indeks pada hari ini ditopang oleh solidnya data manufaktur Amerika dan China, menguatnya harga komoditas crude palm oil (CPO) dan Timah.

"Dari internal indeks manufaktur di bulan Maret yang lebih tinggi dari sebelumnya serta menguatnya nilai tukar rupiah," ujarnya.

Tetapi analis Panin Sekuritas William Hartanto justru tak sependapat. Ia memprediksi indeks akan kembali ke zona merah pada esok hari. William meramalkan IHSG akan menurun dengan support di level 6.420 dan resistance di level 6.480.

"Lebih tepatnya masih konsolidasi. Sentimen dari internal karena masih jaga-jaga pemilu. Kalau dari eksternal memberikan angin segar dengan penguatan sektor CPO hari ini menjadi pilihan tambahan," lanjutnya.

Dari sisi saham, ia merekomendasikan untuk trading saham BDMN yang merupakan anggota indeks Kompas100 dengan target harga Rp 10.000 per saham, BWPT dengan target harga Rp 170 hingga Rp 178 per saham, LSIP dengan target harga Rp 1.300 per saham, dan WSKT dengan target harga Rp 2.050 per saham.

Kemudian CTRA dengan target harga Rp 1.200 per saham, ESSA dengan target harga Rp 450 per saham, SSIA dengan target harga Rp 600 hingga Rp 635 per saham dan WOOD, yang juga anggota indeks Kompas100, dengan target harga Rp 850 hingga Rp 900 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi