Simak Prospek DPUM dan ASLI yang Akan Punya Pengendali Baru



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) dan PT Asri Karya Lestari Tbk (ASLI) tengah dalam proses diakuisisi oleh calon pengendali baru.

ASLI rencananya akan diakuisisi oleh PT Wahana Konstruksi Mandiri (WKM) dari Sujatmiko. Nantinya, sebanyak 3,92 miliar saham alias 62,72% saham ASLI akan dibeli WKM. Dana yang dikeluarkan untuk aksi tersebut sebesar Rp 43,12 miliar.

Direktur WKM, Peter Handika mengatakan, tujuan dan latar belakang dari akuisisi ini adalah sebagai pengembangan usaha. WKM juga merupakan perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi. 


“Akuisisi tersebut akan menjadikan kolaborasi positif antara pengalaman ASLI dengan WKM di industri konstruksi," tulisnya dalam keterbukaan informasi tanggal 20 Januari 2026. 

Baca Juga: ASLI, DPUM dan SPRE Tengah Proses Akuisisi, Begini Rekomendasi Sahamnya Sudah Melejit

Wahana Konstruksi Mandiri memiliki modal ditempatkan dan disetor penuh sebesar Rp15 miliar. Adapun, penerima manfaat Wahana Konstruksi Mandiri adalah Hariono.  

Sebagai informasi, Hariono memiliki portofolio di perusahaan jaringan bisnis H. Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam, seperti PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR). 

“Pengambilalihan ini diharapkan dapat mendukung penguatan kegiatan usaha serta peningkatan efisiensi dan efektivitas operasional WKM dan ASLI dalam jangka menengah dan panjang,” paparnya.

Sementara itu, DPUM juga dalam negosiasi untuk pengambilalihan mayoritas saham perseroan. Emiten pengolahan hasil laut itu akan diakuisisi oleh PT Rama Indonesia.

Direktur Utama DPUM, Bambang Panca Putra mengatakan, Rama Indonesia berencana untuk melakukan pengambilalihan atas saham-saham dalam perseroan yang mewakili 59,24% dari total modal yang disetor dan ditempatkan.

Baca Juga: Rama Indonesia Akan Akuisisi Dua Putra Utama (DPUM), Begini Rinciannya

Saham yang akan diakuisisi itu dimiliki oleh PT Pandawa Putra Investama.

“Tujuan Rencana Pengambilalihan adalah untuk investasi dari rencana pengembangan dan ekspansi bisnis grup. Setelah penyelesaian transaksi pengambilalihan saham tersebut, Pembeli akan menjadi pengendali baru Perseroan," tulis manajemen PT Rama Indonesia dalam pengumumannya.

Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Wafi menilai, aksi akuisisi DPUM paling menarik. “Sebab, porsi akuisisi mayoritas bisa memicu perubahan pengendali dan tender offer,” katanya kepada Kontan, Rabu (28/1/2026).

Ke depan, DPUM memiliki prospek kinerja yang cukup menjanjikan. Sebab, ada potensi pemulihan kinerja harga saham dan valuasi sahamnya masih murah. 

“Sedangkan, ASLI mempunyai valuasi wajar dan sentimen positif dari sinergi alat berat konstruksi,” ungkapnya. Sayangnya, Wafi belum memberikan rekomendasi untuk kedua emiten tersebut.

Selanjutnya: Lima Saham Unsuspend Langsung Anjlok, Satu Saham Disuspensi

Menarik Dibaca: IHSG Anjlok, Ini Proyeksi dan Rekomendasi Saham dari MNC Sekuritas Kamis (29/1)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News