Simak Proyeksi IHSG di Perdagangan Selasa (2/1) Besok



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun di perdagangan terakhir 2023. IHSG melemah 0,43% atau 31,09 poin ke 7.272,8 hingga akhir perdagangan Jumat (29/12).

Dalam sepekan yang hanya terdiri dari tiga hari perdagangan yakni 27-29 Desember, IHSG hanya menguat 0,49%. IHSG berada di 7.237,52 pada Jumat (22/12) lalu. Sedangkan sepanjang tahun 2023, IHSG tercatat menguat 6,16%.

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, penguatan IHSG pada pekan lalu dipengaruhi oleh pergerakan bursa global, harga komoditas dunia, dan pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).


“Di sisi lain, penguatan tersebut dipengaruhi oleh optimisme investor akan kebijakan The Fed yang diperkirakan akan melakukan cut rate pada bulan Maret 2024,” kata Herditya kepada Kontan.co.id, Jumat (29/12).

Baca Juga: Rekomendasi Saham Blue Chip Pilihan Tahun 2024 Usai LQ45 Naik 3,56% pada 2023

Untuk perdagangan Selasa (2/1) besok, Herditya memperkirakan IHSG akan rawan melanjutkan koreksi dengan support di level 7.249 dan resistance di 7.310.

“Pada Selasa besok, akan ada rilis data inflasi Indonesia dan diperkirakan aksi profit taking akan berlanjut dalam jangka pendek,” ungkap dia.

Herditya mengatakan, saham-saham yang bisa dicermati pada perdagangan besok adalah SMGR dengan target harga Rp 6.550–Rp 6.700 per saham, HMSP Rp 920–Rp 950 per saham, dan EXCL Rp 2.040-Rp 2.100 per saham.

Baca Juga: IHSG Bisa Naik Hampir 9% Tahun Depan, Intip Rekomendasi 10 Saham Berikut

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Rio Febrian melihat, sentimen pergerakan IHSG di awal tahun 2024 kembali berasal dari ekspektasi bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga acuan pada kuartal I 2024. Rio mengatakan, CME Fedwatch Tool menunjukkan probabilitas pemangkasan The Fed Rate sebesar 71,4% pada FOMC Maret 2024.

“Hal ini pun memicu penguatan nilai tukar rupiah sebesar 0,13% ke level Rp 15.395 per dolar AS pada Jumat (29/12),” kata Rio kepada Kontan.co.id, Jumat (29/12).

Sementara, sentimen dari dalam negeri adalah ekspektasi akan pertumbuhan ekonomi yang lebih positif di tahun politik 2024. Sehingga, diharapkan dapat memberikan peluang January Effect di 2024.

“Sebagai informasi, probabilitas penguatan dari IHSG setiap bulan Januari dari tahun 2000-2023 sebesar 58%,” ungkap dia.

Rio memproyeksikan IHSG akan bergerak dengan level support 7.250 dan resistance 7.350, dengan pivot di 7.300 pada Selasa (2/1). Menurut Rio, saham top picks pada perdagangan besok adalah BRIS, JSMR, PANI, ADMR, AKRA, dan EXCL.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati