KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rupiah spot ditutup di level Rp 15.810 per dolar Amerika Serikat (AS) di akhir perdagangan Senin (29/1), menguat 0,09% dari akhir pekan lalu yang ada di Rp 15.825 per dolar AS. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan sepanjang hari kemarin rupiah bergerak sideways di tengah data ekonomi AS yang cenderung mixed. Pergerakan rupiah kemarin juga cenderung terbatas, dan hanya bergerak di kisaran Rp 15.810 - Rp 15.833 per dolar AS. "Terbatasnya pergerakan rupiah dipengaruhi oleh investor yang menunggu hasil rapat FOMC, yang akan rilis pada hari Kamis waktu Indonesia," ujarnya kepada Kontan.co.id, Senin (29/1).
Presiden Komisioner HFX International Berjangka Sutopo Widodo melanjutkan, penguatan tipis rupiah juga lebih didorong dari intervensi yang dilakukan Bank Indonesia. Menurutnya, rupiah masih tertekan lantaran indeks dolar stabil di sekitar 103,5, mendekati level tertinggi, lebih dari enam minggu. Baca Juga: Rupiah Spot Menguat 0,09% ke Rp 15.810 Per Dolar AS Pada Senin (29/1) "Rupiah masih riskan, dolar AS masih berpotensi menguat, ditambah dekat dengan Pemilu," katanya.