Simak Proyeksi Pergerakan Rupiah untuk Hari Ini (6/2)



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Nilai tukar rupiah diproyeksi kembali melemah pada perdagangan hari ini (6/2/2026). Sekedar mengingatkan, rupiah di pasar spot ditutup melemah 0,39% ke Rp 16.842 per dolar Amerika Serikat (AS). 

Berdasarkan Jisdor Bank Indonesia (BI) rupiah juga melemah 0,30% secara harian ke Rp 16.826 per dolar AS. 

Chief Analyst Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, rupiah diperkirakan masih fragile, terbebani masalah domestik seperti MSCI-IHSG, prospek pemangkasan suku bunga BI dan defisit fiskal. 


Selain itu, Moody's baru saja pangkas peringkat utang Indonesia menjadi negatif. 

“Investor menantikan data cadangan devisa (cadev) Indonesia besok (hari ini),” ujar Lukman kepada Kontan, Kamis (5/2/2026).  

Baca Juga: PGAS Catat Penurunan Laba hingga September 2025, Simak Rekomendasi Sahamnya

Lukman memproyeksikan rupiah bergerak dalam kisaran Rp 16.750 – Rp 16.900 per dolar AS pada hari ini. 

Di sisi lain, Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi melihat rilis pertumbuhan ekonomi tak mampu menahan pelemahan rupiah.

Seperti diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 sebesar 5,11% secara tahunan.

Sepanjang 2025, berdasarkan harga produk domestik bruto (PDB) atas harga berlaku sebesar Rp 23.821,1 triliun dan atas dasar harga konstan Rp 13.580,5 triliun. Secara kumulatif ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,51% secara tahunan. 

Sedangkan, dari sisi produksi, penyumbang utama pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025 adalah industri pengolahan, perdagangan, pertanian, dan infokom.

Dari sisi pengeluaran, penyumbang utama ekonomi tahun lalu adalah konsumsi rumah tangga dan pembentukan modal tetap bruto (PMTB). Sepanjang tahun 2025, wilayah Jawa dan Sulawesi tumbuh di atas pertumbuhan ekonomi nasional. 

Baca Juga: OJK Targetkan Penghimpunan Dana di Pasar Modal Capai Rp 250 Triliun

Adapun, sebelumnya konsensus ekonom dan analis memperkirakan kinerja ekonomi Indonesia 2025 hanya akan tumbuh paling tinggi 5,1% secara tahunan (yoy).

“Berdasarkan estimasi median (median estimate) dari perkiraan para ekonom dan analis yang dihimpun Bloomberg, pertumbuhan ekonomi Indonesia selama tahun lalu yakni sebesar 5,1% jelas berada di bawah target APBN yakni 5,2%,” ujar Ibrahim.  

Ibrahim memproyeksikan rupiah bergerak fluktuatif, dan akan ditutup melemah dalam rentang Rp 16.840 – Rp 16.900 per dolar AS pada hari ini.

Selanjutnya: Daftar Sunscreen Wardah Terbaik untuk Kulit Berminyak, Ada yang Wudu Friendly

Menarik Dibaca: Daftar Sunscreen Wardah Terbaik untuk Kulit Berminyak, Ada yang Wudu Friendly

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: