Simak Rekomendasi AKR Corporindo (AKRA) di Tengah Proyeksi Kinerja Moncer



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setelah mencetak kenaikan kinerja sepanjang tahun lalu, kinerja moncer PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) diproyeksi bakal berlanjut tahun ini.

Analis Samuel Sekuritas Indonesia Muhammad Farras Farhan memperkirakan AKRA akan mampu mempertahankan momentum pertumbuhannya, didukung oleh bisnis kawasan industri dan peningkatan margin dari bisnis perdagangan & distribusi.

Dia memproyeksikan, kawasan industri Java Integrated Industrial and Port Estate  (JIIPE) akan membukukan penjualan lahan seluas 70 hektare (ha) tahun ini. Permintaan lahan terutama datang dari perusahaan pabrik pengolahan (smelter) dan pertambangan, baik domestik maupun luar negeri, berkat kemudahan berbisnis di Indonesia serta dukungan pemerintah.


Baca Juga: Kawasan Industri JIIPE Ikut Dorong Kinerja AKRA, Intip Rekomendasi Sahamnya

Namun, Farras melihat adanya potensi penurunan harga jual rata-rata alias average selling price (ASP) segmen distribusi bahan bakar minyak (BBM) tahun ini, yang berpotensi memicu penurunan pendapatan dari bisnis perdagangan dan distribusi. Namun demikian, Farras memperkirakan margin AKRA akan tetap kuat, dengan proyeksi margin sebesar 12% dan margin EBITDA sebesar 10%. Selain itu, target AKRA untuk membuka 50 SPBU baru ( yang bermitra dengan BP) tahun ini, dinilai dapat memberikan kontribusi laba bersih tambahan untuk AKRA.

Melihat rencana dan potensi AKRA ke depan, Samuel Sekuritas Indonesia merevisi proyeksi EBITDA dan laba bersih AKRA di tahun ini masing-masing menjadi Rp 3,8 triliun dan Rp 2,7 triliun, menyiratkan pertumbuhan earnings per share (EPS) sebesar 14,3%. Farras meyakini AKRA dapat mempertahankan rasio pembayaran dividen alias dividend payment ratio (DPR) di angka 57,6% dan net gearing pada level yang relatif rendah, mempertahankan statusnya sebagai net cash company.

Samuel Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy saham AKRA dengan target harga yang lebih tinggi, yakni sebesar Rp 1.900 dari sebelumnya Rp 1.700. 

“Risiko downside di antaranya volume distribusi yang lebih rendah dari perkiraan, serta penjualan lahan industri yang lebih rendah dari perkiraan,” terang Farras, Jumat (24/3).

Baca Juga: AKR Corporindo (AKRA) Genjot Bisnis Kawasan Industri

Asal tahu saja, emiten distributor BBM dan bahan kimia dasar ini membukukan kenaikan  laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk sebesar 116% menjadi Rp 2,40 triliun pada 2022. Sebagai perbandingan, laba bersih AKRA tahun 2021 hanya Rp 1,11 triliun.

Kinerja solid AKRA sepanjang tahun 2022 didukung oleh kenaikan seluruh segmen usaha. AKRA membukukan pendapatan konsolidasi selama 2022 sebesar Rp 47,54 triliun, 85% lebih tinggi dari pendapatan Rp 25,70 triliun pada tahun buku tahun sebelumnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anna Suci Perwitasari