Simak rekomendasi analis bagi IHSG di pekan pemilu



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemilihan Umum (Pemilu) tinggal menghitung hari. Hal tersebut diprediksi akan mempengaruhi laju Indeks Harga Saham Gabungan selama sepekan ke depan. Pada penutupan pasar Jumat (12/4), IHSG ditutup melemah di level 6.405,87 atau turun 0,067%.

Head of Investment Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengungkapkan sepanjang pekan lalu IHSG melemah sekitar 1%. "Perdagangan cenderung sepi, terlihat investor melakukan profit taking sebelum pekan pemilu," ujarnya kepada kontan.co.id, Jumat (12/4).

Lalu untuk sepekan ke depan, ia memprediksi indeks akan kembali menguat. "Indeks berpeluang menguat setelah Pilpres tanggal 17 April karena investor akan menunggu hasil laporan keuangan kuartal I-2019," lanjut dia.


Menghadapi pekan Pemilu ini, Wawan melihat investor jangka pendek dapat terpengaruh, apalagi penentuan pemenangnya tak bisa ditentukan dengan satu putaran saja. "Karena bila mengacu ke tahun 2014, salah satu pihak bisa mengajukan gugatan ke MK dan perlu waktu untuk mendapatkan pemenang definitif," imbuhnya.

Sementara untuk investor jangka panjang, ia bilang sebenarnya tidak ada masalah untuk masuk, apalagi saat indeks terkoreksi karena menurut historis indeks selalu menguat pada tahun Pilpres.

Maka ia memprediksi indeks selama pekan Pemilu nanti akan menguat dengan support dan resistance masing-masing di level 6.400 hingga 6.500.

Dari sisi saham, ia menyarankan agar investor mengkoleksi saham bluechip perbankan dan consumer goods seperti BBCA, BMRI, UNVR, dan GGRM. "Karena umumnya investor asing dan institusi akan masuk setelah ada hasil pemenang bagi presiden terpilih," terang dia.

Adapun target harga BMRI di level Rp 8.200 per saham, BBCA di level Rp 28.000 per saham, GGRM di level Rp 90.000 per saham dan UNVR di level Rp 52.000 per saham.

Sementara itu, analis Indopremier Sekuritas Mino menjelaskan sepanjang sepekan terakhir ini, IHSG lebih banyak melemah. "Sentimen positif yang mempengaruhi adalah semakin dekatnya kesepakatan dagang antara Amerika dan China dan relatif stabilnya nilai tukar rupiah. Sedangkan yang negatif adalah memanasnya situasi politik menjelang Pilpres," tutur dia.

Untuk sepekan ke depan, ia memprediksi IHSG akan menguat. Namun ia menganjurkan agar investor wait and see menanti hasil Pemilu.

Adapun sentimen yang akan mempengaruhi indeks selama sepekan ke depan, selain adanya pemilu, adalah musim laporan keuangan di Amerika. "Selain itu juga dipengaruhi oleh pergerakan harga komoditas dan pergerakan nilai tukar rupiah," lanjutnya.

Maka untuk sepekan ke depan, ia memperkirakan indeks akan tetap menguat dengan support di level 6.330 dan resistance di level 6.485.

Mino juga menyarankan kepada investor untuk mencermati sejumlah saham seperti TLKM, UNVR, ICBP dan ISAT.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi