Simak rekomendasi analis untuk saham MAIN



KONTAN.CO.ID - Meski kinerja PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN) masih tertekan harga bahan baku pakan ternak dan turunnya harga day old chick (DOC) akibat oversupply, analis BNI Securities Dessy Lapagu memproyeksikan kinerja MAIN akan terdorong dari segmen pakan ternak.

Dessy memperkirakan ke depan harga bahan baku akan membaik. "Dari sisi pricing bahan baku akan lebih stabil, karena bahan baku jagung cukup di kontrol dengan baik oleh pemerintah," kata Dessy, Jakarta, Rabu (6/9).

Selain itu, pada segmen DOC Dessy memperkirakan harga akan lebih stabil hingga sampai akhir tahun. "Meski, margin tidak akan terlalu besar, bahkan cenderung flat hingga akhir tahun," kata Dessy.


Bila persoalan oversupply bisa terjaga maka MAIN berpeluang untuk mendapat harga jual yang lebih baik. Dessy memperkirakan industri poultry akan berlangsung membaik pada awal tahun 2018.

Dessy merekomendasikan hold di target harga Rp 990 per saham. Dessy memproyeksikan pendapatan MAIN hingga akhir tahun bisa naik 3% disekitar Rp 5,4 triliun. Sementara laba bersih MAIN, Dessy perkirakan turun 20% ke angka sekitar Rp 220 miliar.

Sementara, Marlene Tanumihardja analis Samuel Sekuritas dalam risetnya 31 Juli 2017 mengatakan pada tahun ini MAIN mengalokasikan dana sebesar US$ 50 jta atau setara dengan Rp 665 miliar guna belanja modal.

Dana tersebut akan digunakan untuk kebutuhan ekspansi bisnis terutama menambah peternakan dan fasilitas silo dan dryer untuk jagung. Selain itu, pada pertengahan tahun ini MAIN telah meluncurkan TV commercial untuk meningkatkan distrubution coverage pada segmentasi consumer.

Marlene mengatakan sentimen negatif yang mungkin membuat kinerja MAPI tertekan adalah fluktuasi harga DOC dan broilers, faktor cuaca yang dapat mempengaruhi ketersediaan jagung, terutama setelah keran impor ditutup.

Marlene merekomendasikan buy di target harga Rp 1.250 per saham. Alasannya, harga DOC dan broilers akan lebih stabil pasca pengurangan produksi DOC. Selain itu, ayam masih menjadi sumber protein utama di Indonesia. Selanjutnya, beban operasional akan kembali stabil pasca peluncuran tv commercial dan pembagian bonus gaji karyawan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto