KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Head of Fixed Income Research BNI Sekuritas Amir Dalimunthe mengatakan, hingga Kamis (19/2/2026) pagi ini indikator global menunjukkan sentimen yang cenderung negatif bagi pasar obligasi, tercermin dari peningkatan yield US Treasury (UST). Yield curve UST 5-tahun dan 10-tahun masing-masing meningkat sebesar 3bp dan 4bp menjadi 3,66% dan 4,09%. Sementara itu, Credit Default Swap (CDS) 5-tahun Indonesia bertahan di level 82bp. Amir menyampaikan bahwa para pelaku pasar menanti hasil rapat dewan gubernur (RDG) Bank Indonesia yang akan diumumkan hari ini. Mempertimbangkan faktor-faktor di atas, BNI Sekuritas mengantisipasi peningkatan volatilitas harga dan yield Surat Berharga Negara (SBN) berdenominasi Rupiah.
Simak Rekomendasi Perdagangan Pasar Obligasi Kamis (19/2/2026)
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Head of Fixed Income Research BNI Sekuritas Amir Dalimunthe mengatakan, hingga Kamis (19/2/2026) pagi ini indikator global menunjukkan sentimen yang cenderung negatif bagi pasar obligasi, tercermin dari peningkatan yield US Treasury (UST). Yield curve UST 5-tahun dan 10-tahun masing-masing meningkat sebesar 3bp dan 4bp menjadi 3,66% dan 4,09%. Sementara itu, Credit Default Swap (CDS) 5-tahun Indonesia bertahan di level 82bp. Amir menyampaikan bahwa para pelaku pasar menanti hasil rapat dewan gubernur (RDG) Bank Indonesia yang akan diumumkan hari ini. Mempertimbangkan faktor-faktor di atas, BNI Sekuritas mengantisipasi peningkatan volatilitas harga dan yield Surat Berharga Negara (SBN) berdenominasi Rupiah.