Simak Rekomendasi Saham AALI, DSNG, LSIP, dan TAPG untuk Senin (14/9/2026)



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Prospek kinerja emiten sektor minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) diperkirakan masih cukup positif hingga akhir 2026, meskipun diwarnai risiko volatilitas harga dan potensi penurunan produksi akibat El Niño.

Katalis utama penopang sektor ini datang dari implementasi mandatori biodiesel 50% (B50) yang secara struktural memperkuat penyerapan CPO di pasar domestik, tren kenaikan harga minyak mentah, serta potensi peningkatan permintaan ekspor dari India.

Di samping itu, penguatan harga CPO yang stabil di kisaran Rp 15,5 juta per ton berpotensi menjaga profitabilitas emiten perkebunan hingga akhir tahun.


Baca Juga: MGLV, BMAS, KOTA dan CBRE Rights Issue, Cermati Rekomendasi Analis

Berikut rekomendasi saham sektor CPO dari sejumlah analis untuk perdagangan Senin (14/9/2026):

1. PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI)

Analis CGS International Rut Yesika Simak merekomendasikan hold untuk saham AALI dengan target harga Rp 6.775 per saham.

Posisi neraca kas bersih (net cash balance sheet) AALI dinilai sebagai penopang utama yang memberikan perlindungan terhadap potensi penurunan harga saham (downside protection). Namun, lemahnya capaian produksi tandan buah segar (TBS) dan CPO pada kuartal I 2026 membuat analis memilih tetap mempertahankan rekomendasi hold hingga adanya visibilitas yang lebih jelas terkait pemulihan operasional perseroan. Dari sisi keuangan, AALI mencatatkan core profit semester I 2026 sebesar Rp1,1 triliun yang tebal disokong oleh efisiensi beban operasional serta persediaan. 

2. PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG)

Analis Phillip Capital Marvin Lievincent merekomendasikan buy untuk saham DSNG dengan target harga Rp 1.760 per saham.

Kinerja keuangan DSNG pada semester I 2026 tercatat solid dengan pendapatan mencapai Rp 6,3 triliun atau tumbuh 3,4% secara tahunan, didorong oleh kenaikan volume penjualan CPO (+2,2%) dan rata-rata harga jual (+2,5%). Laba bersih perseroan turut melonjak 7,8% secara tahunan menjadi Rp 986 miliar yang ditopang oleh efisiensi beban keuangan serta pemangkasan pengeluaran bunga. Pendapatan DSNG mampu tumbuh dengan Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 11,9% selama periode FY24–29F, disokong oleh ekspansi produksi serta dorongan permintaan mandatori biodiesel. Selain itu, valuasi saham DSNG saat ini dinilai cukup atraktif karena diperdagangkan pada diskon 13,7% dari rata-rata forward P/E historisnya.

Baca Juga: El Nino & B50 Bayangi Prospek Saham CPO, Cek Rekomendasi: DSNG, LSIP, TAPG, AALI

3. PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP)

Analis Ciptadana Sekuritas Asia Yasmin Soulisa merekomendasikan buy saham LSIP dengan target harga Rp 2.170 per saham.

LSIP berhasil membukukan kenaikan pendapatan sebesar 15,9% secara tahunan menjadi Rp 2,69 triliun pada semester I 2026, sementara laba bersihnya terkerek 24,7% secara tahunan menjadi Rp 891 miliar. Meskipun laba bersih banyak didorong oleh pendapatan non operasional dan keuntungan selisih kurs, pemulihan operasional perseroan tetap berjalan baik. Total produksi TBS (inti dan eksternal) tumbuh tipis 0,2% secara tahunan menjadi 610 ribu ton, sedangkan produksi CPO naik 4,6% YoY menjadi 136 ribu ton, ditopang oleh membaiknya oil extraction rate (OER) ke level 22,4%. 

4. PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG)

Analis KB Valbury Sekuritas Adolf Setiadi merekomendasikan buy saham TAPG dengan target harga Rp 2.500 per saham.

TAPG mencetak kinerja gemilang pada semester I 2026 dengan mengantongi pendapatan Rp 5,86 triliun dan laba bersih Rp 2,12 triliun, atau melambung 20,6% secara tahunan. Pertumbuhan operasional perseroan didukung oleh kombinasi ideal antara kenaikan volume pemrosesan TBS yang mencapai 1,15 juta ton serta penguatan rata-rata harga jual CPO sebesar Rp 15.278 per kg. Demografi perkebunan TAPG yang sangat produktif dengan rata-rata usia tanaman 14,6 tahun, di mana 81,5% di antaranya berada dalam masa usia matang prima.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: