KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan 55,57 poin atau turun 0,75% pada perdagangan kemarin (27/3). Membawa IHSG ke posisi 7.310,09 sebagai titik landas pada perdagangan hari ini (28/3). Head of Research Mega Capital Sekuritas (InvestasiKu) Cheril Tanuwijaya mengamati pelemahan IHSG disebabkan pelaku pasar melakukan profit taking. Sembari mencermati perkembangan geopolitik serta pelemahan harga komoditas unggulan seperti minyak, batubara dan emas. Cheril turut menyoroti bursa saham Amerika Serikat (AS) dan Eropa yang mencetak rekor, saat bursa Asia tersungkur. Bank Sentral Eropa (ECB), Piero Cipollone memberikan komentar dovish yang mengatakan optimismenya terhadap target inflasi Eropa di level 2% akan tercapai pada pertengahan 2025 dengan mempertimbangkan pertumbuhan upah yang melambat.
Pasar berasumsi ECB akan menurunkan suku bunga dua hingga tiga kali di tahun 2024, seperti yang akan dilakukan Bank Sentral AS. Bursa saham Eropa merespons positif pernyataan ini dengan indeks-indeks saham utama Eropa mendekati level tertinggi, bahkan indeks DAX Jerman mencetak level tertinggi baru. Baca Juga: IHSG Lanjut Melemah ke 7.276 di Pagi Ini (28/3), Sektor Keuangan Melorot Paling Dalam Sebaliknya, Bursa Asia justru kompak melemah. Pelaku pasar khawatir akan berlanjutnya konflik perang dagang antara AS dan Tiongkok pasca berbagai lembaga survei menunjukkan dominansi suara terhadap Capres Donald Trump. Dalam kesempatan kampanyenya, Trump berencana kembali meningkatkan pajak secara signifikan terhadap produk-produk dari Tiongkok. Dari sisi pasar komoditas, harga minyak terkoreksi 1%, menguji support di harga US$ 80 per barel. Rilis data cadangan minyak mingguan AS yang berakhir pada 22 Maret lalu mencatatkan kenaikan hingga 9.3 juta barel. Angka yang dilaporkan oleh American Petroleum Institute ini jauh di atas ekspektasi pasar yang justru memperkirakan penurunan 1.2 juta barel. "Pelaku pasar juga kembali optimis terhadap normalnya distribusi minyak global setelah terjadinya gencatan senjata Israel Gaza selama bulan Ramadhan," terang Cheril dalam risetnya, Kamis (28/3). Kembali ke bursa domestik, secara teknikal IHSG saat ini berada di support lower minor uptrend channel dengan potensi koreksi ke area harmonic support 7.310. Hal ini didukung oleh stochastic yang melakukan death cross. Cheril memprediksi support IHSG ada di area 7.310, 7.264 dan 7.238. Sedangkan resistance ada di 7.337, 7.375 dan 7.403. Baca Juga: Intip Rekomendasi Saham Pilihan RHB Sekuritas, IHSG Dibuka Melemah Hari Ini (28/3) Berikut rekomendasi saham yang menarik dicermati untuk hari ini: 1. PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) Analisa: BDMN telah menembus pola Ascending Triangle dan saat ini berhasil menguji pola tersebut dengan potensi penguatan ke resistance yang lebih tinggi, didukung kenaikan volume dan indikator MACD yang menguat di area positif.
- Rekomendasi: Buy
- Entry Level: Rp 3.000 - Rp 3.020
- Take Profit: Rp 3.060- Rp 3.100
- Stop Loss: Rp 2.960.
- Rekomendasi: Buy
- Entry Level: Rp 2.690 - Rp 2.730
- Take Profit: Rp 2.780 - Rp 2.850
- Stop Loss: Rp 2.650.
BRIS Chart by TradingView
- Rekomendasi: Buy
- Entry Level: Rp 7.275 - Rp 7.375
- Take Profit: Rp 7.600 - Rp 7.700
- Stop Loss: Rp 7.050.
- Rekomendasi: Buy
- Entry Level: Rp 5.525 - Rp 5.675
- Take Profit: Rp 5.850 - Rp 6.000
- Stop Loss: Rp 5.325.
- Rekomendasi: Buy
- Entry Level: Rp 1.430 - Rp 1.450
- Take Profit: Rp 1.480 - Rp 1.500
- Stop Loss: Rp 1.400.