KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (
IHSG) diproyeksi kembali melemah pada perdagangan hari ini (20/10/2026). Sekedar mengingatkan, IHSG ditutup melemah 3,64% atau turun 188,50 poin ke level 4.996,61 pada Senin (19/10/2026) setelah sempat menyentuh level terendah 4.907,37. Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang mengatakan, IHSG masih tertekan oleh kekhawatiran terhadap peringatan MSCI mengenai usulan perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Menurut Alrich, otoritas bursa telah merespons hal tersebut, antara lain dengan memberikan sanksi denda administratif kepada sejumlah pihak yang dianggap melakukan pelanggaran serta mengubah batas auto rejection bawah (ARB) menjadi 7%.
Baca Juga: Harga Dua Saham Bank Ini Meroket Saat IHSG Anjlok, Bahkan Lebih Tinggi Dibanding BBCA "Secara teknikal, tekanan pada IHSG masih berpotensi berlanjut dengan support 4,800-4,900, terutama jika tekanan jual pada saham-saham berkapitalisasi besar masih terjadi. Sebaliknya jika saham-saham dengan kapitalisasi besar mulai
rebound, maka IHSG berpotensi untuk
rebound di atas level 5,000 pada perdagangan Selasa (20/10/2026)," ujar Alrich kepada Kontan, Senin (19/10/2026). Sementara itu, Praktisi Pasar Modal & Founder WH-Project William Hartanto bilang, IHSG yang masih berada di bawah level 5.000 menunjukkan bahwa
technical rebound belum mengubah arah tren pelemahan. William memperkirakan, tren IHSG masih
strong bearish. Menurutnya, pasar kemungkinan sedang berspekulasi terhadap hasil pertemuan BEI, OJK, dan MSCI.
Untuk perdagangan Selasa (20/10/2026), William memperkirakan, IHSG masih melemah dengan rentang support 4.900-5.108 dan volatilitas tinggi. Adapun untuk rekomendasi saham, William menyarankan beli untuk saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (
AADI) dengan target harga Rp 10.600-Rp 11.000. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News