Simak Rekomendasi Saham Rumahsakit HEAL, MIKA, dan SILO, Mana yang Layakn Dicermati



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah saham emiten rumah sakit menarik dicermati investor pada perdagangan awal pekan. Saham PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL), PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA), dan PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) memiliki prospek yang ditopang oleh sejumlah faktor fundamental.

Potensi kenaikan kunjungan pasien seiring meningkatnya kasus influenza menjadi salah satu katalis bagi sektor rumah sakit. Selain itu, pertumbuhan layanan medis berkompleksitas tinggi dan perbaikan efisiensi operasional turut menjadi faktor yang memengaruhi kinerja emiten. Namun, investor tetap perlu mencermati tekanan biaya medis dan risiko keterlambatan pembayaran klaim BPJS Kesehatan.

Baca Juga: Simak Prospek Saham MIKA di Tengah Peningkatan Kasus Influenza


Cek rekomendasi saham emiten rumah sakit dari sejumlah analis untuk perdagangan Senin (12/10/2026):

1. PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL)

Research Analyst MNC Sekuritas, Muhamad Rudy Setiawan, merekomendasikan buy untuk saham HEAL dengan target harga Rp 900 per saham.

HEAL mengoperasikan 53 rumah sakit dengan total 9.019 tempat tidur. Tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) tercatat sebesar 68%. Meski memiliki jaringan rumah sakit yang luas, perusahaan masih menghadapi tantangan dalam meningkatkan utilisasi fasilitas dan menjaga pertumbuhan laba.

Dari sisi pendapatan, sekitar 55% pendapatan HEAL berasal dari pasien Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Besarnya kontribusi tersebut membuat kinerja perusahaan perlu dicermati dari sisi volume pasien JKN dan kelancaran pembayaran klaim BPJS Kesehatan.

Rudy memperkirakan laba per saham HEAL turun 14,7% pada 2026. Namun, laba per saham diproyeksikan kembali tumbuh 4,7% pada 2027.

Di tengah kenaikan kasus influenza, peningkatan kunjungan pasien berpotensi menjadi penopang aktivitas rumah sakit pada kuartal IV-2026. Namun, dampaknya terhadap kinerja HEAL tetap bergantung pada realisasi volume pasien dan kemampuan perusahaan mengonversi peningkatan layanan menjadi pertumbuhan pendapatan serta laba.

2. PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA)

Analis Phillip Sekuritas Indonesia, Helen, juga merekomendasikan buy dengan target harga Rp 2.500 per saham.

Baca Juga: Kasus Influenza Membayangi Prospek Saham Kesehatan, Cek Rekomendasi HEAL, SILO, MIKA

MIKA membukukan pendapatan sebesar Rp 2,7 triliun pada semester I-2026, tumbuh 8% secara tahunan. Pendapatan rawat inap meningkat 6,3% menjadi Rp 1,8 triliun, sedangkan pendapatan rawat jalan naik 11,6% menjadi Rp 916 miliar.

Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh layanan medis berkompleksitas tinggi yang meningkat 28,6% menjadi Rp 767 miliar. Kontribusi layanan ini terhadap total pendapatan juga naik menjadi 27,7%, dari 23,2% pada semester I-2025.

Peningkatan pendapatan per pasien membantu mengimbangi penurunan volume pasien sekitar 1%. Pendapatan rata-rata per hari rawat inap naik 12,2% secara tahunan menjadi Rp 4,67 juta, sedangkan pendapatan rata-rata per pasien rawat jalan meningkat 12,6% menjadi Rp 660.000.

Meski demikian, margin laba kotor MIKA turun menjadi 53,4% pada semester I-2026, dari 54,7% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Helen bilang, penurunan ini berkaitan dengan kenaikan biaya obat khusus, implan, dan bahan medis habis pakai seiring meningkatnya kompleksitas perawatan pasien.

MIKA juga melanjutkan ekspansi jaringan rumah sakit. Rumah sakit baru di BSD ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal IV-2026, sedangkan rumah sakit di Jawa Timur dijadwalkan beroperasi pada kuartal I-2027.

Selain itu, perusahaan mengembangkan layanan onkologi dan kedokteran nuklir, termasuk fasilitas pencitraan serta terapi kanker. Pengembangan layanan ini diharapkan memperkuat kontribusi layanan medis berkompleksitas tinggi terhadap pendapatan.

Namun, investor tetap perlu mencermati risiko penurunan volume pasien, lambatnya peningkatan utilisasi rumah sakit baru, dan persaingan yang semakin ketat. Helen juga menyoroti bahwa pertumbuhan pendapatan perlu diimbangi pengelolaan biaya agar peningkatan kompleksitas layanan dapat mendukung profitabilitas.

3. PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO)

Maybank Sekuritas, Paulina Margareta, merekomendasikan buy dengan target harga Rp 2.500 per saham.

SILO membukukan pendapatan bruto sebesar Rp 6,76 triliun pada semester I-2026, meningkat 10,8% secara tahunan. Pendapatan rawat inap tumbuh 13,1%, sedangkan pendapatan rawat jalan naik 7,8%.

Baca Juga: Serangan Houthi Panaskan Tensi Global, Begini Arah Pergerakan Harga Emas

Pertumbuhan pendapatan tersebut diikuti peningkatan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau NPATMI sebesar 27,1% secara tahunan menjadi Rp 581 miliar. Pada kuartal II-2026 saja, NPATMI mencapai Rp 301 miliar, naik 42,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Profitabilitas SILO juga membaik. Margin EBITDA meningkat menjadi 31% pada semester I-2026, dari 29,5% pada semester I-2025. Sementara itu, margin laba bersih naik menjadi 11,1%, dari 9,7%.

Paulina menyebut, perbaikan kinerja tersebut didukung oleh bauran kasus pasien yang semakin baik dan peningkatan efisiensi operasional. Perusahaan melakukan sejumlah langkah penghematan, antara lain menegosiasikan ulang harga perlengkapan medis dan menerapkan pengadaan terpusat.

SILO mengoperasikan 41 rumah sakit dengan total 4.440 tempat tidur dan BOR sebesar 63%. Kontribusi pasien JKN terhadap pendapatan perusahaan sekitar 16%, lebih rendah dibandingkan HEAL.

Dari sisi ekspansi, SILO menargetkan pembukaan satu hingga dua rumah sakit baru per tahun, lebih selektif dibandingkan sebelumnya empat hingga lima rumah sakit, untuk menjaga disiplin modal dan mengoptimalkan jaringan yang ada. Namun, investor perlu mencermati potensi kebutuhan dana hingga Rp 9 triliun jika SILO membeli kembali portofolio properti dari First REIT, yang berisiko meningkatkan leverage dan beban bunga perusahaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News