Simak rekomendasi saham SCMA usai catatkan kenaikan pendapatan pada kuartal I



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) berhasil meraup pendapatan yang lebih tinggi pada kuartal pertama 2021. Pendapatan emiten media ini naik 7,69% menjadi Rp 1,4 triliun pada kuartal pertama tahun ini jika dibandingkan dengan Rp 1,3 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Pendapatan dari iklan televisi naik 3,36% menjadi Rp 1,23 triliun. Pendapatan digital dan iklan luar ruangan melesat 52,28% menjadi Rp 84,06 miliar. Pendapatan konten lainnya melonjak 49,58% menjadi Rp 88,70 miliar.

Meski pendapatan televisi naik, margin laba bersih segmen ini turun menjadi 28,69% dari sebelumnya 31,59%. Tapi, secara total, SCMA tetap mampu mengerek laba. Keuntungan bersih pemilik SCTV dan Indosiar ini meningkat 6,42% menjadi Rp 331,53 miliar dari sebelumnya Rp 311,52 miliar.


Baca Juga: Ini sederet faktor yang bikin IHSG melemah 1,12% dalam sepekan

Kenaikan laba SCMA yang lebih kecil ini salah satunya disebabkan oleh lonjakan beban keuangan yang mencapai Rp 17,76 miliar dari sebelumnya hanya Rp 391,27 juta.

Analis Mirae Asset Sekuritas Christine Natasya mengatakan, pendapatan SCMA mayoritas masih disumbang oleh iklan TV. Sementara iklan digital membukukan pertumbuhan 59,6% YoY menjadi Rp 142,2 miliar pada kuartal pertama tahun ini.

 
SCMA Chart by TradingView

“Perusahaan mencatat pertumbuhan digital yang kuat terutama didukung oleh Vidio.com,” ujar Christine dalam risetnya, Jumat (7/5).

Lebih lanjut ia bilang, SCMA juga berencana untuk melunasi hutangnya pada akhir kuartal empat tahun ini atau akhir kuartal pertama tahun depan. Menurutnya, kepercayaan perusahaan dalam melunasi utang menunjukkan arus kas yang kuat.

Baca Juga: IHSG melemah 1,12% sepekan meski asing mencatat net buy Rp 1,03 triliun

Dalam laporan keuangan kuartal pertama tahun ini, total liabilitas jangka pendek tercatat sebesar Rp 1,50 triliun. Sementara kas dan setara kas tercatat Rp 769,66 miliar.

Christine menambahkan saat ini saham SCMA diperdagangkan dengan valuasi yang menarik di 18,3 kali atau di bawah PE rata-rata dalam 10 tahun. Ia memberikan rekomendasi buy untuk SCMA dan mempertahankan target harga Rp 2.000.

Selanjutnya: ABM Investama (ABMM) berencana tambah produksi dan akuisisi tambang

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi