Simak Rekomendasi Saham TBIG, MTEL, dan TOWR Senin (13/4)



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tiga emiten menara telekomunikasi terbesar di Indonesia kompak mencatatkan pertumbuhan kinerja sepanjang 2025, meskipun industri tengah menghadapi dinamika konsolidasi operator, terutama merger antara XL Axiata dan Smartfren yang kini membentuk entitas XLSmart.

Ketiga emiten tersebut adalah Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel, serta Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), yang sama-sama membukukan pertumbuhan baik dari sisi pendapatan maupun laba bersih.

TBIG Catat Laba Rp 1,48 Triliun

TBIG mencatat pendapatan sebesar Rp 6,9 triliun pada 2025, naik 0,61% secara tahunan (year on year/YoY) dari Rp 6,86 triliun. Sementara itu, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 1,48 triliun, tumbuh 4,78% YoY dari Rp 1,42 triliun.


CEO TBIG, Hardi Wijaya Liong, menjelaskan bahwa pasca penggabungan XL Axiata dan Smartfren menjadi XLSmart, terdapat sejumlah kontrak sewa yang tidak diperpanjang saat masa berlaku berakhir.

“Sehingga menyebabkan penurunan jumlah penambahan kontrak sewa bersih pada 2025,” jelasnya Hardi belum lama ini.

Baca Juga: Menilik Nasib Pasar Saham Pasca BEI Delisting 18 Emiten

Meski demikian, sepanjang 2025 TBIG tetap mencatat penambahan 1.280 penyewaan kotor yang terdiri dari 797 sites telekomunikasi dan 483 kolokasi. Secara total, hingga 31 Desember 2025, TBIG mengelola 41.892 penyewaan dan 24.321 site telekomunikasi.

Mitratel Perkuat Posisi dengan 40.230 Menara

Kinerja positif juga dicatat oleh Mitratel. Emiten BUMN ini membukukan pendapatan Rp 9,53 triliun, tumbuh 2,43% YoY. Laba tahun berjalan juga naik tipis 0,55% menjadi Rp 2,11 triliun dari Rp 2,10 triliun pada 2024.

Secara operasional, Mitratel mengelola 40.230 menara hingga akhir 2025. Jumlah kolokasi meningkat signifikan menjadi 22.854 atau tumbuh 11,7% YoY.

Direktur Utama Mitratel, Theodorus Ardi Hartoko, menyebut capaian tersebut mencerminkan ketahanan strategi jangka panjang perusahaan.

"Kami secara disiplin mengeksekusi strategi untuk mengoptimalkan bisnis menara sebagai core serta mempercepat pengembangan fiber sebagai enabler utama ekosistem digital,” jelasnya.

Mitratel menegaskan komitmennya untuk memperkuat posisi sebagai Next-Generation Tower Company melalui optimalisasi aset, peningkatan kolokasi, serta ekspansi infrastruktur digital berbasis kebutuhan pelanggan.

Baca Juga: Harga Minyak Berpotensi Naik, Ini Rekomendasi Saham Energi Pilihan Analis

TOWR Tumbuh Solid, Laba Naik 10%

Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) juga membukukan kinerja positif pada 2025. Laba yang dapat diatribusikan kepada entitas induk tumbuh 10,28% YoY menjadi Rp 3,67 triliun, sementara pendapatan naik 4,65% YoY menjadi Rp 13,32 triliun dari Rp 12,73 triliun.

Pendapatan sewa masih menjadi kontributor utama kinerja TOWR.

Secara operasional, TOWR mengoperasikan 36.247 menara atau tumbuh 2,4% YoY, dengan total tenant mencapai 60.540 atau naik 4,3% secara tahunan.

Proyeksi dan Rekomendasi Analis

Berdasarkan kinerja 2025, Equity Research Indo Premier Sekuritas, Aurelia Barus dan Belva Monica, mempertahankan proyeksi laba TBIG di kisaran Rp 1,48 triliun pada 2026 dan Rp 1,5 triliun pada 2027.

Namun, mereka menilai investor tetap perlu berhati-hati karena dampak merger XLSmart belum sepenuhnya tercermin, yang berpotensi menimbulkan risiko penurunan terutama mengingat eksposur TBIG di Jawa.

Di sisi positif, mereka menilai permintaan FWA setelah kemenangan spektrum 1,4 GHz oleh Solusi Sinergi Digital dan MyRepublic dapat menjadi katalis tambahan.

Untuk TOWR, analis melihat potensi risiko sekaligus peluang dari permintaan menara yang lebih tinggi dari operator serta penguatan implementasi FWA.

Sementara itu, MTEL diproyeksikan mencatat pertumbuhan jumlah tenant sebesar 5% YoY dengan rasio tenancy naik menjadi 1,59 kali, didorong oleh permintaan kolokasi dari XLSmart. EBITDA MTEL juga diperkirakan tumbuh 5% YoY dengan margin kembali ke 84%.

Baca Juga: Cek Rekomendasi Saham Migas untuk Perdagangan Senin (13/4)

Rekomendasi Saham

Indo Premier Sekuritas merekomendasikan:

  • Buy MTEL dengan target harga Rp 760

  • Buy TOWR dengan target harga Rp 940

  • Hold TBIG dengan target harga Rp 1.400

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: