KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Penetrasi layanan
fixed broadband Indonesia belum optimal dibanding negara – negara lain di Asia Tenggara. Ekspansi layanan ini diprediksi akan menjadi salah satu katalis pendorong kinerja emiten sektor telekomunikasi ke depan. Sejumlah analis memberikan rekomendasi saham emiten telekomunikasi. Simak ulasan lengkap rekomendasi saham sektor telekomunikasi. 1.
PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Dengan semakin banyaknya internet service provider (ISP) yang mempercepat peluncuran Fiber to the Home (FTTH) dan meningkatkan panduan HomePass (HP)/HomeConnect, diperkirakan tahun 2026-2027 akan menandai periode peningkatan penetrasi
fixed broadband secara bertahap, setelah 3 tahun stagnasi di angka sekitar 18% - 19%. Penetrasi
fixed broadband termasuk
Fixed Wireless Access (FWA) kemungkinan akan meningkat dari sekitar 24% pada tahun 2025 menjadi setinggi 41% pada tahun 2026.
Baca Juga: IHSG Berpeluang Rebound pada Senin (26/1/2026), Cek Rekomendasi Saham Pilihannya Meningkatnya persaingan di fixed broadband dan adopsi model fiber akses terbuka dapat memberikan tekanan ke bawah pada ARPU fixed broadband monile network operator (MNO) dari sisi permintaan dan penawaran, dengan TLKM relatif lebih rentan mengingat kontribusi pendapatan fixed broadbandnya sebesar 18%. Rekomendasi:
Buy Target harga: Rp 4.000 Kafi Ananta, BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya pada 6 Januari 2026 2.
PT PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) EXCL terus berinvestasi dalam pengembangan jaringan fiber, transmisi, backhaul, modernisasi jaringan, serta berbagai peningkatan kapasitas dan kualitas layanan untuk menjawab pertumbuhan trafik data yang terus meningkat. Saat ini, EXCL melayani 79,6 juta pelanggan di seluruh Indonesia, didukung oleh 209.000 BTS, dengan mayoritas BTS 4G serta sejumlah BTS 5G, serta jaringan tulang punggung fiber optik ratusan ribu kilometer yang menopang layanan data di berbagai wilayah Indonesia.
Baca Juga: IDRX dan Solana Ubah Aset Nyata Jadi Digital Dalam Mata Uang Rupiah, Apa Untungnya? EXCL fokus pada pertumbuhan yang berkualitas dengan tujuan basis pelanggan yang semakin kokoh serta peningkatan rata-rata pendapatan per pengguna (ARPU) serta efektivitas strategi monetisasi. Rekomendasi:
Sell on strength Target harga: Rp 4.450 Achmad Yaki, BCA Sekuritas 3.
PT Indosat Tbk (ISAT) Indosat bersama Arsari Group dan Northstar Group membentuk perusahaan patungan (joint venture) yakni FiberCo. entitas baru ini akan mengoperasikan jaringan serat optik yang komprehensif dan terintegrasi sepanjang lebih dari 86.000 kilometer, mencakup jaringan backbone, kabel laut domestik, serta akses infrastruktur yang menghubungkan menara telekomunikasi dan kawasan bisnis. Dengan komposisi jaringan sekitar 45% di Pulau Jawa dan 55% di luar Jawa, platform ini memiliki peran strategis dalam mendorong konektivitas digital yang lebih merata.
Baca Juga: Dolar AS Melemah, Begini Proyeksi Rupiah pada Perdagangan Senin (26/1) Sebagai entitas independen, FiberCo akan beroperasi dengan model
open-access, menyediakan akses terbuka bagi berbagai penyedia layanan telekomunikasi untuk memaksimalkan pemanfaatan infrastruktur dan mempercepat inklusi digital nasional. Rekomendasi:
Buy Target harga: Rp 3.310 Sachin Mittal, DBS Vickers Sekuritas Indonesia dalam risetnya pada 13 Januari 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News