KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 88,86 poin atau 1,33% ke 6.589,33 pada akhir perdagangan Kamis (10/9/2026). Sebanyak 150 saham naik, 516 saham turun, dan 127 saham stagnan. Total volume perdagangan saham di bursa hari ini mencapai 47,12 miliar saham, dengan total nilai Rp 21,04 triliun. Berikut rekomendasi analis untuk perdagangan Jumat (11/9/2026):
1. PT Bank Central Asia Tbk (
BBCA) Posisi BBCA sedang berada di fase
downtrend dalam jangka pendek dan masih didominasi oleh tekanan jual. Koreksinya pun menembus MA20. Dari sisi indikator lain, MACD sudah mulai menyempit dan rawan membentuk
dead cross, demikian pula
Stochastic yang sedang terkoreksi di area netral.
- Rekomendasi: Wait and see
- Support: Rp 6.325
- Resistance: Rp 6.600
Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana
Baca Juga: Harga Minyak Reli, Brent Bertahan di Atas US$ 100 Per Barel: Ini Pemicunya 2. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (
ITMG) Secara teknikal, tren ITMG masih bullish dengan harga berada di atas MA20 dan MA200 serta MACD yang masih positif. Saat ini saham sedang pullback dari area Rp 27.000, sehingga lebih menarik untuk strategi buy on weakness pada rentang harga Rp 25.600–Rp 25.900. Jika mampu
breakout Rp 27.000, target selanjutnya berada di Rp 27.900.
- Rekomendasi: Buy on weakness
- Support: Rp 25.600
- Resistance: Rp 27.900
Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda
3. PT Hartadinata Abadi Tbk (
HRTA) Pergerakan harga saham HRTA mulai membentuk fase
bearish consolidation, didukung indikator
stochastic K_D dan RSI yang menunjukkan sinyal negatif. Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menyarankan investor untuk mengambil strategi
wait and see pada saham HRTA dengan mencermati kisaran harga Rp 2.170–Rp 2.350.
- Rekomendasi: Wait and see
- Support: Rp 2.170
- Resistance: Rp 2.350
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News