KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (
IHSG) ditutup menguat tipis pada perdagangan Rabu (28/10/2026). Di mana, IHSG ditutup naik 16,18 poin atau 0,31% ke level 5.282,31. Meski IHSG berakhir di zona hijau, pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih didominasi pelemahan. Sebanyak 406 saham ditutup turun, sementara 272 saham naik dan 112 saham stagnan. Para analis pun memberikan rekomendasi teknikal saham yang jadi pilihan untuk hari ini (29/10/2026). Simak ulasan lengkapnya:
1. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Saham BRI menunjukkan peluang penguatan setelah membentuk pola candlestick
hammer. Secara teknikal, sejumlah indikator juga mulai memberikan sinyal positif, didukung peningkatan volume perdagangan. BBRI mulai bergerak menuju area
gap dan
point I setelah membentuk pola
hammer. Pergerakan tersebut terjadi di tengah fase akumulasi dalam rentang pergerakan harga utamanya. Selain itu, RSI Signal menunjukkan sinyal positif dan Chikou Span bergerak naik, sementara volume mulai meningkat.
- Rekomendasi: Accumulative Buy
- Area beli: Rp 2.750–Rp 2.930
- Support: Rp 2.750–Rp 2.540
- Target harga 1: Rp 2.950
- Target harga 2: Rp 3.060
- Target harga 3: Rp 3.360
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta
2. PT Indosat Tbk (ISAT) Saham Indosat masih menghadapi tekanan jual sehingga investor disarankan untuk tidak terburu-buru mengambil posisi. Secara teknikal, harga saham masih berada di bawah rata-rata pergerakan jangka panjang, sementara indikator momentum belum menunjukkan sinyal pembalikan yang kuat. ISAT saat ini masih cenderung berada dalam kondisi
wait and see karena tekanan jual masih cukup kuat.
- Rekomendasi: Wait and See
- Support: Rp 1.520–Rp 1.570, Rp 1.365, dan Rp 1.250
- Resistance: Rp 1.695–Rp 1.820
Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda
3. PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) Saham Indocement mendapat rekomendasi
trading buy seiring sejumlah indikator teknikal yang menunjukkan sinyal positif. Momentum penguatan terlihat dari indikator MACD dan
stochastic, sementara pola
candlestick mengindikasikan peluang pembalikan arah harga.
Indikator MACD dan garis sinyalnya menunjukkan indikasi positif. Indikator
stochastic juga mengisyaratkan momentum penguatan, sedangkan pola
candlestick menunjukkan potensi pembalikan positif. Meski demikian, investor tetap perlu mencermati indikator RSI yang telah berada di area jenuh beli atau
overbought. Kondisi ini perlu diperhatikan karena dapat meningkatkan risiko koreksi setelah penguatan harga.
- Rekomendasi: Trading Buy
- Rentang perdagangan: Rp 5.625–Rp 6.125
Head of Equity Research KB Valbury Sekuritas, Fikri C. Permana Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News