Simak Rekomendasi Teknikal Saham UNVR, CPIN, dan HMSP untuk Selasa (24/10)



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot 1,57% ke level 6.741,96 pada perdagangan Senin (23/10). Simak rekomendasi teknikal tiga saham pilihan untuk perdagangan Selasa (24/10).

1. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)  Koreksi UNVR yang terjadi pada Senin (23/10) disertai dengan munculnya volume penjualan, tetapi koreksi tersebut merupakan bagian dari fase uptrend-nya. Hal ini nampak dari pergerakan indikator MACD dan Stochastic yang masih berada di area positif.

Pada perdagangan Senin (23/10), harga UNVR turun 0,52% ke level Rp 3.840 per saham. 


Rekomendasi: Buy on weakness Support: Rp 3.610 Resistance: Rp 3.890

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana

Baca Juga: IHSG Merosot 1,57% ke 6.741 di Awal Pekan, Cermati Saham Rekomendasi Analis

2. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) Pelemahan signifikan diikuti dengan volume yang solid yang mengindikasikan tekanan jual cenderung agresif. Hal ini menjadi sinyal pelemahan lanjutan, sejalan dengan MFI dan Stochastic RSI yang cenderung turun dari overbought. Sebaiknya tunggu pelemahan tertahan di area support Rp 4.830-Rp 4900 sebagai entry level dengan stoploss di bawah Rp 4.680.

Pada perdagangan Senin (23/10), harga CPIN merosot 4,81% ke level Rp  4.950 per saham. 

Rekomendasi: Buy on support  Support: Rp 4.830-Rp 4.900 Resistance: Rp 5.125-Rp 5.200

Analis Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang

Baca Juga: IHSG Merosot 1,57% ke Level 6.741 pada Penutupan Perdagangan Senin (23/10)

3. PT H. M. Sampoerna Tbk (HMSP) HMSP menguji three white soldiers pattern dengan MACD bergerak naik. Namun, indikator RSI melemah, Stochastic menurun, dan volume perdagangan menurun. Rawan sell on strength jika belum mampu break atas Rp 885-Rp 925. 

Pada perdagangan Senin (23/10), harga HMSP terkoreksi 1,72% ke level Rp 855 per saham. 

Rekomendasi: Trading buy Support: Rp 845 Resistance: Rp 995

Analis BCA Sekuritas Achmad Yaki

 
HMSP Chart by TradingView

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi