Simak Rencana Bisnis Gema Graha Sarana (GEMA) pada Tahun Ini



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten furnitur dan kontraktor interior, PT Gema Graha Sarana Tbk (GEMA) optimis membukukan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih di tahun 2023. 

Direktur Utama Gema Graha Sarana, Dedy Rochimat mengungkapkan optimisme itu sejalan dengan dibukanya kegiatan masyarakat serta dunia usaha yang bergerak dan mulai melakukan investasi termasuk kebutuhan furniture untuk ruang kerja maupun ruang usaha setelah pandemi Covid-19. 

Selain itu, menurutnya, Pemerintah dan BUMN  juga menjadi penggerak ekonomi dengan belanja negara yang meningkat. 


“Selain itu beberapa sektor industri juga masih terus bertumbuh diantaranya perbankan, pertambangan, perhotelan, dan restoran,” ujar dia kepada Kontan.co.id, Jumat (10/2). 

Baca Juga: Triputra Agro (TAPG) Mengaku Tak Terimbas Penurunan Demand CPO di Pasar Ekspor

Dengan prospek yang masih bagus, GEMA juga akan melakukan strategi penjualan dengan memperluas target pangsa pasar. Selain itu, mereka juga akan melakukan perbaikan dalam bisnis proses dan model usaha. Kedua strategi ini diyakini bisa meningkatkan pendapatan di tahun 2023. 

Di sisi lain, GEMA juga berencana melakukan ekspansi untuk meningkatkan produktivitas hingga pengembangan pasar ekspor ke negara tujuan baru, yakni Amerika Serikat (AS).

Adapun terkait tujuan ekspornya, selain AS, GEMA juga memasok produknya ke Jerman, Spanyol, Italia, Kanada, Thailand, Korea Selatan, dan lain-lain.

“Untuk proyeksi pangsa pasar ekspor perseroan di 2023 masih optimistis dengan mempertimbangkan stabilitas ekonomi global di mana walaupun terjadi resesi secara global namun daya beli di beberapa negara masih cukup tinggi,” katanya. 

Negara-negara yang masih memiliki prospek baik terutama negara-negara tujuan ekspor seperti Amerika Serikat, Jepang, dan benua Eropa Selatan. Untuk produk yang memiliki minat tinggi merupakan barang-barang yang didominasi oleh material natural seperti rotan dan kayu utuh (solid wood). 

Baca Juga: Nusantara Infrastructure (META) Divestasi Bisnis Pelabuhan Sebesar US$ 5,7 Juta

Menurutnya, produk tersebut memiliki nilai keterampilan (craftmanship) dan artistik yang tinggi terutama untuk konsumen-konsumen kelas menengah ke atas.

Namun, untuk mengantisipasi ancaman resesi global sendiri GEMA telah menyusun strategi-strategi bisnis untuk eksplorasi pangsa pasar di negara-negara. Diantaranya menyasar target negara ekspor yang belum pernah dijajaki serta strategi pemasaran untuk negara-negara eksisting yang lebih masif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi