Simak saham-saham LQ45 yang masih layak dibeli pada perdagangan esok



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejak awal tahun hingga penutupan pasar 8 Juni lalu, indeks saham blue chip seperti LQ45 sudah melorot 11,92%. 

Penurunan indeks saham likuid ini lebih dalam ketimbang IHSG, yang cuma turun 5,70%. Indeks LQ45 bahkan merupakan indeks konstituen dengan kinerja terburuk ketiga di BEI, setelah SMInfra18 dan IDX30.

Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta Utama mengatakan, penurunan saham LQ45 jelang libur Lebaran disebabkan oleh aksi profit taking investor, efek perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok serta kenaikan suku bunga Federal Reserve.


"Libur Lebaran membuat pasar modal Indonesia otomatis terhenti sejenak. Namun ini justru menjadi peluang bagi investor untuk melakukan akumulasi beli terhadap saham LQ45 saat market dibuka kembali pada tanggal 20 Juni nanti," jelasnya, Selasa (19/6).

Nafan bilang, saat ini fase down trend terhadap pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sudah mulai berakhir. Ia memprediksi Rabu (20/6), IHSG akan berada di zona hijau dengan support di level 5.916 dan resistance di level 6.135. Hal ini tentu akan memberi efek yang positif bagi pergerakan saham LQ45.

"BI lagi berupaya untuk meningkatkan suku bunga acuan sebagai respon terhadap kenaikan suku bunga The Fed dan perang dagang antara AS dan Tiongkok. Hal tersebut tentunya akan diapresiasi oleh para pelaku pasar," katanya.

Nafan menambahkan, bahwa sejumlah even besar seperti pertemuan OPEC, hari raya Idul Fitri, ajang piala dunia maupun kenaikan harga minyak mentah bisa menjadi katalis positif untuk IHSG maupun prospek saham besar seperti LQ45 saat pasar dibuka kembali.

Namun, ia juga menyarankan agar para pelaku pasar perlu mengantisipasi aksi profit taking dan ancaman perang dagang antara AS dan Tiongkok yang bisa membuat IHSG melemah.

Nafan juga turut menyertakan rekomendasi saham LQ45 yang bisa menjadi pertimbangan investor seperti:

1. BBNI, Daily (8.050) (RoE: 14.32%; PER: 10.21x; EPS: 788.28; PBV: 1.46x; Beta: 1.83):

Saat ini, pergerakan harga masih bertahan di atas garis tengah dari bollinger dan fase akumulasi masih terlihat. “Akumulasi Beli” pada area level 8.000 – 8.100, dengan target harga secara bertahap di area level 8.250, 8.550, 9.250 dan 9.975. Support: 8.000 & 7.825.

2.BMRI, Daily (6.950) (RoE: 13.82%; PER: 13.70x; EPS: 507.36; PBV: 1.89x; Beta: 1.64):

Fase akumulasi masih terlihat dalam rangka pembentukkan pola uptrend. “Akumulasi Beli” pada area level 6.900 – 7.000, dengan target harga seccara bertahap di level 7.100, 7.275, 7.475, 7.950 dan 8.425. Support: 6.900 & 6.750.

3. HMSP, Daily (3.640) (RoE: 30.76%; PER: 35.39x; EPS: 104.28; PBV: 10.88x; Beta: 1):

Fase akumulasi masih terlihat dalam rangka pembentukkan pola uptrend. “Akumulasi Beli” pada area level 3.610 – 3.650, dengan target harga secara bertahap di level 3.690, 3.930, 4.170 dan 4.420. Support: 3.550.

4. INTP, Daily (16.125) (RoE: 4.22%; PER: 56.44x; EPS: 285.68; PBV: 2.37x; Beta: 1.46): 

Fase akumulasi masih terlihat dalam rangka pembentukkan pola uptrend. “Akumulasi Beli” pada level 16.000 – 16.200, dengan target harga secara bertahap di level 17.500, 18.000, 19.100 dan 19.700. Support: 16.000 & 15.500.

5. TLKM, Daily (3.610) (RoE: 18.43%; PER: 16.09x; EPS: 227.52; PBV: 2.96x; Beta: 0.90):

Saat ini, pergerakan harga masih bertahan di atas garis tengah dari bollinger dan fase akumulasi masih terlihat. “Akumulasi Beli” pada area level 3.560 – 3.620, dengan target harga secara bertahap di level 3.750, 3.880, 4.200 dan 4.510. Support: 3.560 & 3.490.

6. UNTR, Daily (34.800) (RoE: 19.22%; PER: 12.98x; EPS: 2735.92; PBV: 2.51x; Beta: 0.86):

Fase akumulasi masih terlihat dalam rangka pembentukkan pola uptrend. “Buy on Weakness” pada area level 34.300 - 34.600, dengan target harga secara bertahap di level 34.925, 38.200, 41.475 dan 44.750. Support: 34.150.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati