Simak sentimen dan proyeksi pergerakan IHSG di tahun 2022



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pandemi Covid-19 belum kelar masih menjadi katalis penentu bagi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di tahun 2022.

Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova menilai, peningkatan kasus Covid-19 bisa menjadi pemberat laju IHSG. Peningkatan kasus Covid-19 dapat memaksa pemerintah kembali pengambilan kebijakan pembatasan yang akhirnya berpengaruh pada aktivitas ekonomi.

Hal ini tentu sedikit banyaknya akan memengaruhi keputusan investor untuk berinvestasi dan akhirnya berimbas pada pergerakan IHSG.


Karena itu, dia melihat, IHSG kemungkinan menguat terbatas hingga adanya aksi profit taking yang mengakibatkan koreksi pada indeks.

Baca Juga: IHSG melorot 1,13% ke 6.533 pada akhir perdagangan Selasa (30/11)

Namun, ada pula sentimen yang dapat mendukung kenaikan IHSG. Diantaranya, optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi tahun depan.

Ivan mengatakan, upaya pemerintah menghadapi pandemi selalu mengalami kemajuan, termasuk dari sisi vaksinasi. “Dengan demikian maka memasuki tahun 2022 diharapkan memang perekonomian semakin stabil,” terang Ivan kepada Kontan.co.id, baru-baru ini.

Dia pun melihat, pergerakan IHSG tahun depan masih memiliki potensi untuk melanjutkan uptrend hingga level 6.938 sebagai target terdekat dan berikutnya di level 7.067.

Akan tetapi, dia juga memperkirakan adanya koreksi atau konsolidasi menjelang awal tahun mengingat IHSG telah mengalami reli sejak pertengahan tahun 2021 ini. “Dapat diperhatikan beberapa support yaitu 6.538, 6.460 dan 6.368,” sambung Ivan.

Dalam laporan yang dikutip Kontan.co.id, Selasa (30/11), Tim Riset Valbury Sekuritas Indonesia menyiapkan tiga skenario IHSG di tahun depan. Untuk proyeksi konservatif, IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 7.295.

Baca Juga: Rupiah spot ditutup melemah ke Rp 14.332 per dolar AS pada hari ini (30/11)

Sementara untuk proyeksi moderat, IHSG diproyeksi dapat bergerak dalam kisaran 7.572. Sedangkan, pada proyeksi optimis, IHSG diramal dapat bergerak dalam rentang 7.850 pada tahun 2022.

Perkiraan price to earning (PE) 2022 untuk pasar saham  akan diperdagangkan pada level 15 kali- 16 kali. Sedangkan perkiraan PE tahun 2021 di perdagangan di level 18 kali -19 kali.

Sementara itu, Ivan membeberkan sejumlah sektor yang masih menarik tahun depan. Seperti sektor keuangan, dengan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN).

Selain itu sektor industri dasar juga menarik untuk dilirik dengan saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR). Lalu ada sektor non cyclical seperti PT Indofood Sukses Makmur Tbk  (INDF) dan PT Charoen Pokphand Tbk  (CPIN) dan sektor properti seperti PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) dan PT Summarecon Agung Tbk (SMRA).

 
SMRA Chart by TradingView

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anna Suci Perwitasari