Simak Strategi Bisnis IPCC untuk Capai Target Pertumbuhan 15% - 20% di 2023



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) berhasil mendongkrak top line dan bottom line sepanjang tahun 2022. Emiten Grup Pelabuhan Indonesia (Pelindo) ini mengatur strategi untuk bisa mempertahankan pertumbuhan kinerja pada tahun 2023.

IPCC meraup pendapatan sebesar Rp 726,57 miliar, melejit 40,58% dari capaian tahun 2021 senilai Rp 516,83 miliar. 

Dari jumlah itu, IPCC mengantongi laba tahun berjalan sebesar Rp 161,72 miliar, meroket 169,3% dibandingkan 2021 senilai Rp 60,05 miliar.


Investor Relation PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk Reza Priyambada mengungkapkan pihaknya masih melihat potensi pertumbuhan pada tahun ini. 

Baca Juga: Catat Kinerja Moncer, Simak Rekomendasi Saham Emiten Pelabuhan Berikut ini

Hanya saja, level pertumbuhannya berpotensi akan kembali normal, seiring mulai kembalinya permintaan kendaraan penumpang (CBU) maupun kendaraan berat (alat berat, truck/bus).

"Sehingga lonjakan pertumbuhan bisa saja tidak sesignifikan dalam dua tahun terakhir ini yang pertumbuhannya melonjak pasca masa covid-19," kata Reza saat dihubungi Kontan.co.id, beberapa hari lalu.

Mempertimbangkan normalisasi tersebut, IPCC berupaya untuk menjaga laju pertumbuhan kinerja pada kisaran 15%-20% dibandingkan tahun lalu. 

Catatan Reza, angka itu merupakan target pertumbuhan minimal yang ingin dicapai IPCC tahun ini.

"Syukur bila mampu melampaui target angka pertumbuhan tersebut. Di sisi lain, kami lebih memilih menjaga konsistensi untuk bertumbuh yang sustain dibandingkan mengincar pertumbuhan tinggi sesaat," imbuh Reza.

Reza menegaskan bisnis yang dijalankan IPCC merupakan bagian dari rantai pasok ekosistem dan distribusi sejumlah industri terkait. Sepanjang masih terdapat permintaan akan kendaraan penumpang maupun kendaraan berat, maka bisnis IPCC pun berpeluang untuk bertumbuh.

Pada tahun ini IPCC menyiapkan roadmap bisnis mengusung value chain expansion. Ada sejumlah hal yang disiapkan IPCC dalam roadmap tersebut. 

Pertama, develop strategic portfolio extension, yang berupaya mengembangkan portofolio melalui investasi pada bisnis lain.

"Tentunya kami akan lakukan studi kelayakan seberapa besar nilai tambah yang dapat kami peroleh dari investasi tersebut dan proses penilaian melalui pendekatan manajemen risiko yang terukur," jelas Reza.

Kedua, collaboration strategic partnership to capture business momentum and risk sharing. Dalam strategi ini, IPCC akan membangun kerja sama strategis (inorganic) untuk mendukung bisnis baru dengan sejumlah pihak yang diharapkan bisa memberikan nilai tambah.

Ketiga, terminal capacity expansion. Strategi ini akan dicapai melalui peningkatan kapasitas terminal kendaraan untuk mengantisipasi kenaikan throughput. Sejumlah strategi IPCC tersebut akan didukung oleh dana dari belanja modal (capex).

Baca Juga: Laba Indonesia Kendaraan Terminal (IPCC) Melejit 169,3% pada 2022

IPCC mengalokasikan capex sebesar Rp 35 miliar-Rp 40 miliar pada tahun 2023. Anggaran tersebut akan dipakai untuk perbaikan berat lapangan, pekerjaan renovasi gate domestic, perkerasan lahan, dan lainnya yang mendukung kelancaran kegiatan operasional.

Menurut Reza, nilai capex itu tidak terlalu besar. Sebab sejumlah kegiatan perbaikan yang ada di terminal IPCC akan dibebankan secara langsung pada biaya operasional. 

"Perbaikan umumnya berkaitan langsung dengan kegiatan bongkar muat di terminal kami," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Herlina Kartika Dewi