Simak Strategi Chandra Daya Investasi (CDIA) Dorong Pertumbuhan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) terus mengeksekusi strategi pertumbuhan melalui ekspansi untuk memperkuat pendapatan berulang, integrasi aset, dan penciptaan nilai jangka panjang.

Direktur CDI Group Jonathan Kandinata mengatakan, pada triwulan I-2026, CDIA memperkuat bisnis logistik maritim dengan menambah kapal tanker kimia Boreas berkapasitas 9.000 DWT yang dikembangkan bersama Fukuoka Shipbuilding Co Ltd, Jepang. Kapal ini akan melayani rute domestik dan internasional serta dijadwalkan beroperasi tahun ini.

“Boreas tidak hanya menambah kapasitas armada, tetapi juga memperluas kehadiran CDI Group di Asia dan Eropa serta mendukung integrasi logistik regional,” ujarnya, Kamis (30/4).


Di segmen energi, kapasitas tenaga surya telah mencapai 11 MWp, dengan tambahan sekitar 5 MWp dalam tahap pengembangan dan ditargetkan beroperasi pada 2026. Pada segmen air, CDIA menambah kapasitas 600 liter per detik di WTP Krenceng serta membangun fasilitas pengolahan air limbah berkapasitas 1.200 meter kubik per hari di Cilegon.

Baca Juga: Chandra Daya (CDIA) Bangun Fasilitas Bitumen Kapasitas 12.000 m³ Beroperasi 2026

Sementara itu, pada segmen pelabuhan dan penyimpanan, pembangunan infrastruktur dari dana IPO—meliputi tangki, pipa etilena, dan fasilitas pendukung—berjalan sesuai rencana. Tangki bitumen berkapasitas 12.000 meter kubik di RPU juga ditargetkan rampung tahun ini.

Di segmen logistik, ekspansi armada terus dilakukan menuju 20 kapal di segmen gas, kimia, dan dry bulk hingga akhir 2026 untuk memenuhi permintaan captive maupun pihak ketiga.

Jonathan menambahkan, model infrastruktur terintegrasi CDI Group memungkinkan perusahaan menghasilkan pendapatan yang stabil dan berskala, didukung portofolio terdiversifikasi yang memadukan pendapatan berulang dan peluang pasar spot, sehingga tetap tangguh di berbagai kondisi pasar.

EBITDA Tumbuh

Sepanjang tiga bulan pertama tahun ini, CDIA berhasil membukukan pendapatan sebesar US$ 41,2 juta,  tumbuh 19% secara tahunan (year-on-year/YoY). Capaian tersebut didorong permintaan yang tetap solid dan ekspansi platform infrastruktur secara berkelanjutan. 

Pendapatan tersebut mendorong Laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) meningkat 125,4% secara tahunan menjadi US$ 13,1  juta.  Menurut Jonathan, ini terutama ditopang kontribusi inisiatif strategis dan ekspansi aset yang dijalankan pada 2025, termasuk penambahan aset logistik maritim dan darat maupun kapasitas energi surya.

“CDI Group terus menunjukkan kinerja yang resilien dan eksekusi yang konsisten di berbagai siklus, didukung oleh platform infrastruktur terintegrasi serta disiplin dalam alokasi modal,” kata Jonathn. 

Pada kuartal I -2-25, CDIA mengantongi keuntungan atas perubahan Net gain on financial instrument nilai wajar instrumen keuangan for changes on fair value yang diklasifikasikan pada FVTPL  sebesar US$ 15,9 juta. Namun, pos tersebut nihil tahun ini, sehingga menekan bottom line perseroan. 

Baca Juga: Anak Usaha Chandra Daya Investasi (CDIA) Beli Tanah Rp 240 Miliar, Ini Tujuannya

Di sisi lain,  beban umum dan administrasi juga meningkat 37,5% YoY menjadi US$ 4,9 juta. Alhasil, CDIA hanya membukukan laba bersih tau laba tabun berjalan yang diatribusikan ke entitas induk sebesar US$ 8,4 juta, susut dari US$ 28,17 juta pada kuartal I 2025.

Jonathan menyampaikan, kinerja CDIA didukung utilisasi aset yang tinggi, basis pendapatan berulang yang stabil dan peningkatan kontribusi pihak ketiga, dengan tambahan upside dari kenaikan tarif spot kapal di tengah kondisi pasar logistik yang menguntungkan.

Hingga akhir Maret 2026, total aset CDIA mencapai US$1,9 miliar atau tumbuh 9% secara year-to-date, dengan ekuitas mencapai US$1,14 miliar.

Adapun  tingkat likuiditas mencapai US$ 954,2 juta dan rasio utang terhadap kapitalisasi sebesar 39%. “Capaian ini memberikan fleksibilitas untuk menangkap peluang pertumbuhan sekaligus menjaga ketahanan keuangan.” pungkas Jonathan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News