Simak Strategi Gema Graha Sarana (GEMA) Meraih Target Bisnis Tahun 2023



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten produsen furnitur dan kontraktor eksterior, PT Gema Graha Sarana Tbk (GEMA) mengincar pertumbuhan kinerja keuangan pada tahun 2023 ini. Optimisme tersebut diperkuat oleh sejumlah katalis positif yang dinilai dapat memberi dampak pada potensi peningkatan bisnis perseroan selama tahun 2023. 

Sekretaris Perusahaan GEMA Ferlina Sutandi menerangkan, salah satu katalis positif datang dari kembalinya mobilitas masyarakat yang membuat dunia usaha mulai bergerak dan kembali menanamkan investasi, termasuk untuk kebutuhan furnitur. 

"Perusahaan-perusahaan mulai kembali investasi termasuk kebutuhan furnitur untuk ruang kerja maupun ruang usaha," ungkap Ferlina saat dihubungi Kontan.co.id, kemarin. 


Baca Juga: Simak Rencana Bisnis Gema Graha Sarana (GEMA) pada Tahun Ini

Selain itu, dukungan pemerintah dan BUMN juga jadi katalis positif lainnya bagi laju bisnis GEMA. Ferlina menyebutkan, pemerintah maupun BUMN telah menjadi penggerak ekonomi dengan belanja negara yang meningkat. 

"Dan juga adanya beberapa sektor industri yang masih terus bertumbuh di antaranya perbankan, perhotelan, pertambangan, serta F&B," tuturnya. 

Meskipun tak membeberkan secara detail berapa angka pertumbuhan yang diincar tahun ini. Pihaknya cukup meyakini akan ada peningkatan pendapatan maupun laba dibandingkan realisasi tahun lalu. 

Adapun, guna memaksimalkan kinerja tahun ini GEMA menjalankan dua strategi utama. Pertama, memperluas target pangsa pasar untuk meningkatkan pendapatan. Lalu kedua, melakukan perbaikan dalam bisnis proses dan bisnis model. 

 
GEMA Chart by TradingView

GEMA belum merilis secara resmi laporan keuangan tahun buku 2022. Namun per September tahun lalu pendapatan neto GEMA mencapai Rl 791.11 miliar. 

Perusahaan ini terpantau menanggung kerugian hingga Rp 31.55 miliar per kuartal III-2022. Padahal, pada periode yang sama tahun sebelumnya perseroan masih mencatatkan laba neto yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk hingga Rp 7.83 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .