Simak Tantangan yang Menghantui Kinerja Selamat Sempurna (SMSM) di Tahun Ini



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah tantangan masih jadi batu sandungan bagi kinerja emiten komponen otomotif, PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM) dalam menjalankan bisnis di tahun 2022.

Perusahaan yang juga berorientasi kepada pasar ekspor ini melihat, tantangan tersebut utamanya datang dari beberapa kondisi global, seperti ketersediaan kontainer serta kenaikan harga freight yang signifikan untuk kargo pengiriman impor dan ekspor.

"Mengingat sekitar 70% penjualan SMSM adalah untuk pasar ekspor, maka tantangan yang masih dihadapi perseroan terkait dengan kondisi global," ujar Chief Financial Officer Selamat Sempurna Ang Andri Pribadi, saat dihubungi Kontan.co.id, Rabu (5/1).


Dia melanjutkan, tantangan lain yang juga masih dihadapi oleh Selamat Sempurna adalah, perkembangan terkini terkait pandemi Covid-19, khususnya varian omicron yang mulai menyerang beberapa negara.

Baca Juga: Selamat Sempurna (SMSM) Bidik Penjualan Naik 10%-15% di Tahun 2022

 
SMSM Chart by TradingView

Kondisi ini, dinilai Ang bisa berdampak pada pembatasan mobilitas di beberapa area atau negara. Sehingga ditakutkan juga akan turut berpengaruh terhadap pasar ekspor SMSM.

Nah, untuk menyiasati beberapa tantangan di atas, SMSM pun getol menjalankan sejumlah upaya. Di antaranya dengan fokus terhadap penguatan posisi keuangan serta peningkatan produktivitas.

"Upaya SMSM lebih berfokus pada penguatan posisi keuangan dan peningkatan produktivitas agar mampu menghadapi kondisi eksternal yang tidak dapat diprediksi ujung atau akhirnya," jelas Ang.

Di tahun 2021, SMSM terpantau mencatatkan kinerja yang memuaskan. Hingga kuartal III-2021, Selamat Sempurna membukukan penjualan bersih sebesar Rp 3,02 triliun. Meningkat 31,26% dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp 2,30 triliun.

Dari sisi bottom line, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih SMSM tercatat mencapai Rp 491,92 miliar. Jumlah ini meroket 39,47% dari semula Rp 352,70 miliar pada kuartal III-2020.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anna Suci Perwitasari