Simak Tips Miliki Rumah Pertama di 2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kepemilikan rumah bagi generasi muda Indonesia masih menjadi tantangan di kuartal kedua 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan sekitar 81 juta anak muda belum memiliki hunian sendiri pada 2025–2026, yang turut mendorong tingginya backlog perumahan. 

Meski indeks harga properti residensial di pasar primer terus naik, mencapai 110,36 poin pada akhir 2025 menurut Bank Indonesia, peluang bagi pembeli rumah pertama masih terbuka.

Pola pikir generasi muda juga mulai bergeser. Jika sebelumnya lokasi pusat kota menjadi prioritas, kini perhatian lebih mengarah pada aksesibilitas, kenyamanan, dan efisiensi harga. 


Broker properti di bawah Grup Ciputra mencatat minat meningkat pada hunian compact di wilayah penyangga Jakarta, seperti Tangerang dan sebagian Jakarta Selatan, yang akses transportasi publiknya semakin terintegrasi.

Baca Juga: Akses Tol Langsung Akan Dongkrak Prospek Kawasan Paramount Petals

Century 21 Indonesia pun membagikan panduan praktis bagi Milenial dan Gen Z yang ingin merencanakan pembelian rumah pertama.  Gen Z bisa memanfaatkan KPR dengan bunga fixed berjenjang hingga 10 tahun, seperti yang ditawarkan Bank Mandiri dan BCA, membantu memberikan kepastian cicilan di masa awal kepemilikan. 

Kedua, pembeli juga bisa memanfaatkan insentif pajak pemerintah, termasuk PPN Ditanggung Pemerintah hingga 100% untuk rumah dengan harga tertentu, agar biaya pembelian lebih efisien.

Ketiga, melirik wilayah penyangga Jakarta yang berkembang. Tangerang, misalnya, memiliki tingkat pencarian properti tinggi, sekitar 15,6%. “Hunian di kawasan terencana atau township menawarkan pengelolaan lingkungan lebih baik dan potensi kenaikan nilai properti stabil,” tulis Century 21 Indonesia dalam keterangannya, Selasa (7/4/2026).

Baca Juga: Kinerja Ciputra Development (CTRA) Positif di Sepanjang 2025, Cek Rinciannya

Keempat, jaga rasio cicilan tetap sehat. Cicilan idealnya tidak lebih dari 30–35% pendapatan bulanan bersih agar kondisi finansial tetap sehat. Konsultasi dengan agen properti profesional membantu menyesuaikan pilihan rumah dengan profil kredit calon pembeli.

Kelima, pastikan legalitas dan kredibilitas pengembang karena ini sangat krusial. Proyek hunia yang diincar harus dipastikan memiliki dokumen lengkap seperti SHM atau HGB serta izin pembangunan sah. Memilih pengembang dengan rekam jejak jelas juga meminimalkan risiko di masa mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News