Simpanan Bank Syariah Terus Melonjak di Kuartal I-2022



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Simpanan nasabah bank syariah terus melonjak di awal tahun. Hal ini terlihat dari pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) perbankan syariah pada tiga bulan pertama 2022.

Bjb Syariah misalnya, berhasil menghimpun dana lebih tinggi dari tahun lalu. Direktur Bisnis Bank Bjb Syariah Koko Tjatur Rachmadi mengatakan, DPK Bjb Syariah tumbuh 20,88% yoy pada kuartal I 2022. "Pertumbuhan DPK tersebut didorong oleh pertumbuhan CASA yang meningkat sebesar 58,97% dibandingkan tahun lalu," kata Koko, Senin (25/4). 

Dengan realisasi itu, anak usaha Bank Bjb ini akan mempertahankan pertumbuhan secara sehat dan berkelanjutan. Sejalan dengan itu, tahun lalu bank juga berhasil himpun DPK sebesar Rp 7,88 triliun, atau naik 18,6% yoy.  


Baca Juga: Bjb Syariah dan Bank Sumut Siap Melantai di Bursa Efek di Tahun Ini

Tak mau kalah, UUS Bank DKI juga berhasil mencatatkan kinerja positif pada awal tahun. Direktur Ritel & Syariah Bank DKI, Babay Parid Wazdi berkata, DPK UUS Bank DKI tumbuh 21,60% menjadi Rp 6,96 triliun kuartal I 2022.

"Berbagai pencapaian kinerja keuangan tersebut telah mendorong peningkatan aset yang tumbuh sebesar 18,79% dari Rp 6,33 triliun pada kuartal I-2021 menjadi Rp 7,53 triliun pada kuartal I-2022," terangnya. 

Hal ini turut mendorong laba perusahaan capai Rp 45,84 miliar. Ke depan, perusahaan akan terus mengoptimalisasi layanan perbankan syariah kepada lingkungan BUMD DKI Jakarta dan penguatan sektor UMKM melalui layanan digital Jakone Abank. 

Kemudian bersinergi dengan Sarana Multigriya Finansial (SMF) dalam mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) melalui penandatanganan pembiayaan Akad Mudharabah Muqayyadah untuk turut berperan serta dalam meningkatkan kapasitas pembiayaan kepemilikan perumahan bagi masyarakat.

Baca Juga: Bank BJB Syariah Targetkan Gelar IPO di Semester II-2022

Tak berbeda, UUS BTN juga menorehkan kinerja yang menggemberikan. Direktur Utama Bank BTN Haru Koesmahargyo menyebut, total DPK yang berhasil dihimpun BTN Syariah mencapai Rp 27,99 triliun tumbuh 8,70% pada akhir Maret 2022. "Nilai itu meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 25,75 triliun di akhir Maret 2021," jelas Haru. 

Capaian positif BTN Syariah tersebut didukung pertumbuhan bisnis yang stabil. Pada kuartal I-2022, pembiayaan syariah tercatat tumbuh 10,87% menjadi Rp 28,24 triliun dibandingkan akhir Maret 2021 sebesar Rp 25,47 triliun.

Tak hanya DPK dan pembiayaan, perusahaan juga berhasil mencetak laba bersih hingga 25,39% yoy menjadi Rp 75,41 miliar dan aset juga meningkat 11,08% yoy menjadi Rp 37,35 triliun pada kuartal I 2022. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .