KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini, pertumbuhan nominal simpanan di perbankan masih dipimpin oleh simpanan jumbo. Data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat, hingga September 2026 total simpanan perbankan mencapai Rp 10.513,65 triliun. Nominal ini mencerminkan pertumbuhan 1,4% dalam sebulan dan 8,6% dalam setahun. Berdasarkan tingkat nominalnya, simpanan di atas Rp 5 miliar mencatatkan pertumbuhan paling apik dalam setahun, yakni sebesar 11,9% menjadi Rp 6.113,34 triliun.
Baca Juga: Kredit Perbankan Tumbuh, Yield Kredit Sejumlah Bank Justru Menurun Sementara itu, simpanan antara Rp 2 miliar hingga Rp 5 miliar tumbuh paling lambat, yakni 2% dalam setahun menjadi Rp 746,51 triliun. Adapun simpanan di bawah Rp 100 juta tumbuh 7,1% dalam setahun menjadi Rp 1.172,69 triliun, simpanan antara Rp 100 juta hingga Rp 200 juta tumbuh 5,8% dalam setahun menjadi Rp 485,5 triliun, dan simpanan antara Rp 200 juta hingga Rp 500 juta tumbuh 4,2% dalam setahun menjadi Rp 771,31 triliun. Selanjutnya, simpanan antara Rp 1 miliar hingga Rp 2 miliar tumbuh 3,7% dalam setahun menjadi Rp 573,92 triliun dan simpanan antara Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar tumbuh 2,4% dalam setahun menjadi Rp 650,4 triliun. Berdasarkan jenis mata uang, simpanan dalam bentuk valuta asing (valas) tumbuh mengungguli simpanan rupiah. Yang mana, simpanan valas tumbuh 20,5% sementara simpanan rupiah tumbuh 6,5% dalam setahun. Namun, nominal simpanan rupiah masih dominan, yakni sebesar Rp 8.742,33 triliun. Sementara itu, simpanan valas mencapai Rp 1.771,32 triliun. Jika dilihat dari kelompok bank berdasarkan modal inti (KBMI), simpanan di KBMI 4 tercatat tumbuh paling kencang mencapai 15,4% dalam setahun menjadi Rp 5.734,91 triliun. Menyusul, simpanan di KBMI 2 tumbuh 6,4% dalam setahun menjadi Rp 1.047,07 triliun. Nasibnya agak berbeda di kelompok lain. Simpanan di KBMI 3 hanya 1,1% dalam setahun menjadi Rp 2.832,99 triliun, sementara simpanan di KBMI 1 malah terkoreksi 2,3% dalam setahun menjadi Rp 898,68 triliun.
Baca Juga: Jaga Keberlangsungan Operasional Industri, Jasindo Perkuat Mitigasi Risiko Berdasarkan jenisnya, simpanan dalam bentuk deposito masih dominan dengan nominal mencapai Rp 3.733,47 triliun. Angka ini mencerminkan pertumbuhan 6,1% dalam setahun. Menyusul, simpanan dalam bentuk giro mencapai Rp 3.498,78 triliun dengan catatan pertumbuhan 11,9% dalam setahun dan tabungan sebesar Rp 3.214,48 triliun dengan pertumbuhan 9% dalam setahun. Adapun simpanan dalam bentuk sertifikat deposito melejit 55,7% dalam setahun menjadi Rp 2,99 triliun dan deposito on call susut 21,7% dalam setahun menjadi Rp 63,93 triliun. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News