Simpanan Jumbo Tumbuh Agresif, LPS Ungkap Penyebabnya



KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pertumbuhan simpanan jumbo di atas Rp 5 miliar tampak masif dalam beberapa tahun terakhir. 

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat per Februari 2026 jumlah simpanan di atas Rp 5 miliar di perbankan mencapai Rp 5.874 triliun, tumbuh 20,5% dalam setahun (year-on-year/yoy). Dalam tiga tahun terakhir, nilai itu bahkan menunjukkan pertumbuhan hingga 37,4% yoy. 

Jika dibandingkan, simpanan nominal di bawahnya hanya tumbuh single digit dalam setahun.


Yang mana, simpanan di bawah Rp 100 juta tumbuh 4,4%, nominal Rp 100 juta hingga Rp 200 juta tumbuh 3,6%, nominal Rp 200 juta hingga Rp 500 juta tumbuh 2,3%, nominal Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar tumbuh 1,9%, nominal Rp 1 miliar hingga Rp 2 miliar tumbuh 4,2%, dan nominal Rp 2 miliar hingga Rp 5 miliar tumbuh 2,4%. 

Baca Juga: Allianz Life: Asuransi Kesehatan Tetap Prospektif Meski Dihantam Inflasi Medis

Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu menyebut, simpanan di atas Rp 5 miliar masih didominasi oleh korporasi. Menurutnya, ada dua hal yang menyebabkan kelompok simpanan ini terus tumbuh masif. 

Pertama, lantaran bisnis yang dijalankan terus menghasilkan likuiditas dana. Yang kedua, lantaran dana memang belum mengalir. “Karena permintaan belum cukup kuat ya,” katanya saat ditemui di Jakarta, Selasa (14/4/2026). 

Soal permintaan yang belum kuat, Anggito bilang itu juga terlihat dari tren pertumbuhan kredit yang lebih terbatas ketimbang dana pihak ketiga (DPK) perbankan. Memang, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat hingga Februari 2026 kredit tumbuh 9,37% yoy sementara dana pihak ketiga (DPK) tumbuh lebih masif 13,18% yoy. 

Baca Juga: Keputusan Denda KPPU Terhadap 97 Pindar Masih Menuai Gelombang Kritik

Anggito menilai tren ini menunjukkan bahwa ekspansi kredit belum sepenuhnya pulih. “Belum 100% kembali seperti normal. Maka uangnya masih numpuk dalam bentuk simpanan,” sebutnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News