KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) melihat segmen masyarakat menengah bawah masih menghadapi tekanan, terutama dari sisi daya beli dan pengelolaan arus kas rumah tangga. Kondisi tersebut turut memengaruhi perilaku masyarakat dalam menyimpan dan menggunakan dana di perbankan. Direktur
Network and Retail Funding BTN Rully Setiawan mengatakan, tekanan pada segmen menengah bawah tidak serta-merta menunjukkan pelemahan fundamental secara permanen. BTN masih melihat kebutuhan masyarakat terhadap produk simpanan tetap tinggi, terutama untuk kebutuhan transaksi sehari-hari. “Secara umum, kami melihat kondisi segmen masyarakat menengah bawah memang masih menghadapi tantangan, terutama terkait daya beli dan pengelolaan
cash flow rumah tangga. Namun, kami melihat kondisi tersebut tidak serta-merta mencerminkan pelemahan fundamental secara permanen,” ujar Rully kepada kontan.co.id, Jumat (2/10).
Baca Juga: Gebyar Lelang BRI 2026 Tawarkan 5.000 Properti, Begini Cara Ikutnya Menurut Rully, kebutuhan simpanan masyarakat masih ditopang oleh berbagai kebutuhan, mulai dari transaksi, payroll, penerimaan pendapatan, hingga kebutuhan yang berkaitan dengan pembiayaan perumahan. Meski demikian, BTN melihat terdapat kecenderungan sebagian nasabah lebih aktif menggunakan tabungannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kondisi tersebut membuat bank tidak hanya melihat perkembangan dana berdasarkan nominal saldo. “Kami terus mencermati perkembangan simpanan dan perilaku transaksi nasabah secara lebih granular,” katanya. BTN juga memperhatikan aktivitas transaksi, tingkat keterlibatan nasabah atau
customer engagement, serta potensi peningkatan saldo secara bertahap. Menurut Rully, basis dana masyarakat yang bersifat transaksional masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar. Rully mengatakan tekanan terhadap segmen masyarakat menengah bawah masih akan menjadi dinamika yang perlu diperhatikan sepanjang 2026. Namun, BTN tetap melihat adanya ruang perbaikan seiring dengan membaiknya aktivitas ekonomi, peningkatan mobilitas masyarakat, serta semakin kuatnya aktivitas di sektor-sektor yang menjadi basis ekonomi masyarakat. Di sisi lain, BTN memiliki posisi yang kuat dalam ekosistem perumahan. Hal ini dinilai dapat menjadi peluang bagi perseroan untuk memperluas basis nasabah sekaligus meningkatkan dana murah atau
Current Account Savings Account (CASA). “BTN juga memiliki
positioning yang kuat di ekosistem perumahan. Hal ini memberikan peluang untuk terus memperluas basis nasabah dan meningkatkan dana murah melalui ekosistem payroll, developer, pekerja, komunitas, hingga transaksi yang terkait dengan kebutuhan perumahan,” jelas Rully.
Baca Juga: Kinerja Bank Kecil Tumbuh hingga Agustus 2026, Biaya Dana Jadi Tantangan Dengan kondisi tersebut, BTN melihat 2026 bukan hanya sebagai momentum untuk mempertahankan dana yang sudah ada, tetapi juga memperluas basis pendanaan dan meningkatkan kualitas CASA secara berkelanjutan. Untuk mendorong pertumbuhan tabungan, BTN menyiapkan sejumlah strategi.
Pertama, perseroan akan memperkuat akuisisi nasabah baru, terutama melalui kanal payroll, komunitas, ekosistem perumahan, dan segmen usaha.
Kedua, BTN mendorong pertumbuhan
transaction-based CASA. Dengan strategi ini, rekening nasabah diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan dana, tetapi juga aktif digunakan untuk berbagai kebutuhan transaksi.
Ketiga, BTN akan memperkuat ekosistem perumahan yang mencakup developer, pekerja,
end-user, hingga berbagai pihak yang terlibat dalam rantai ekosistem perumahan. Selain itu, BTN akan meningkatkan digital engagement sehingga semakin banyak kebutuhan transaksi nasabah dapat dilakukan melalui kanal digital perseroan. BTN juga akan memperkuat hubungan dengan nasabah melalui penawaran solusi yang disesuaikan dengan kebutuhan dan tahapan finansial masing-masing nasabah.
“Jadi, meskipun tekanan daya beli pada sebagian masyarakat masih menjadi tantangan, kami tetap melihat fundamental peluang pertumbuhan tabungan masih cukup besar,” ujar Rully. Ia menegaskan, fokus BTN bukan hanya mengejar pertumbuhan nominal dana. Perseroan juga ingin memastikan pertumbuhan tersebut menghasilkan CASA yang sehat, granular, berbasis transaksi, dan berkelanjutan.
Baca Juga: Bisnis Wealth Management Perbankan Tumbuh, Nasabah Kaya Makin Aktif Investasi Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News