KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dana pihak ketiga (DPK) valuta asing perbankan mencatatkan pertumbuhan yang semakin kencang pada Agustus 2026. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), DPK valas perbankan tumbuh 20,4% secara tahunan menjadi Rp 1.603,7 triliun, meningkat dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 17,9%. Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh deposito valas yang masih mencatatkan kenaikan tinggi. Pada Agustus 2026, deposito valas perbankan tumbuh 37,5% secara tahunan menjadi Rp 489,2 triliun. Meski masih tumbuh tinggi, lajunya sedikit melambat dibandingkan Juli 2026 yang mencapai 38,7%. Ekonom Center of Reform on Economics (CORE), Yusuf Rendy Manilet menilai, pertumbuhan deposito valas dipengaruhi oleh kenaikan bunga deposito dolar Amerika Serikat (AS) di bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) menjadi 4% pada akhir 2025, pelemahan rupiah, serta kebutuhan lindung nilai.
Simpanan Valas Perbankan Melonjak, Efek Bunga dan Pelemahan Rupiah
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dana pihak ketiga (DPK) valuta asing perbankan mencatatkan pertumbuhan yang semakin kencang pada Agustus 2026. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), DPK valas perbankan tumbuh 20,4% secara tahunan menjadi Rp 1.603,7 triliun, meningkat dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 17,9%. Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh deposito valas yang masih mencatatkan kenaikan tinggi. Pada Agustus 2026, deposito valas perbankan tumbuh 37,5% secara tahunan menjadi Rp 489,2 triliun. Meski masih tumbuh tinggi, lajunya sedikit melambat dibandingkan Juli 2026 yang mencapai 38,7%. Ekonom Center of Reform on Economics (CORE), Yusuf Rendy Manilet menilai, pertumbuhan deposito valas dipengaruhi oleh kenaikan bunga deposito dolar Amerika Serikat (AS) di bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) menjadi 4% pada akhir 2025, pelemahan rupiah, serta kebutuhan lindung nilai.