Sinar Eka (ERAL) Optimistis Naik Dua Digit di 2026, Permintaan iPhone 18 Menopang



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sinar Eka Selaras Tbk (ERAL) optimistis mempertahankan pertumbuhan bisnis dua digit hingga akhir 2026. 

Perusahaan mengandalkan ekspansi jaringan ritel, penambahan merek internasional, serta momentum peluncuran produk baru, termasuk iPhone 18, untuk mendorong kinerja pada kuartal IV-2026.

Direktur ERAL Andre Tanudjaja mengatakan, peluncuran produk baru memberikan dorongan terhadap penjualan, khususnya pada kategori smart yang menaungi jaringan ritel Urban Republic. Minat konsumen terhadap iPhone 18 juga dinilai lebih tinggi dibandingkan dengan generasi sebelumnya.


Baca Juga: Kemenko Hilirisasi Gelar Rapat, Bahlil Bidik Peningkatan PNBP dan Devisa Negara

“Kalau dibandingkan dengan iPhone 17, pre-order-nya jauh lebih bagus. Permintaannya banyak sekali, lebih tinggi dibandingkan iPhone 17 dan gap-nya cukup tinggi,” ujar Andre kepada Kontan, Jumat (16/10).

Menurut Andre, permintaan terhadap iPhone 18 banyak mengarah ke varian berkapasitas penyimpanan besar, seperti 1 terabita (TB) dan 2 TB, serta seri Pro Max. Namun, ia belum merinci angka pemesanan maupun pertumbuhan penjualan produk tersebut.

Ia meyakini momentum peluncuran produk baru dapat membantu mendongkrak penjualan hingga akhir tahun. Selain itu, periode menjelang akhir tahun secara historis menjadi salah satu momentum peningkatan transaksi ritel.

Meski demikian, realisasi penjualan iPhone 18 akan bergantung pada ketersediaan stok dari prinsipal. ERAL belum menetapkan target penjualan khusus untuk produk tersebut hingga akhir 2026.

Untuk menangkap peluang pasar, Urban Republic menawarkan beragam program promosi, termasuk cicilan kartu kredit hingga tiga bulan, diskon aksesori, serta potongan harga untuk pembelian AirPods atau Apple Watch pada periode promosi tertentu.

Selain mengandalkan momentum produk baru, ERAL melanjutkan ekspansi jaringan ritel. Andre menyebut Urban Republic saat ini memiliki sekitar 60 gerai dan berencana menambah satu hingga dua gerai lagi sampai akhir 2026, bergantung pada ketersediaan lokasi yang sesuai dengan kriteria perusahaan.

Sepanjang tahun ini, Urban Republic menargetkan pembukaan sekitar empat hingga lima gerai. Ekspansi tersebut menjadi bagian dari strategi memperluas jangkauan pasar, terutama untuk produk elektronik dan perangkat yang mendukung gaya hidup aktif.

Baca Juga: Progres DIM RUU Migas Sudah 90%, Bahlil Sinyalkan Kehadiran BUK Migas

Urban Republic tidak hanya menjual ponsel pintar, tetapi juga menawarkan produk seperti jam tangan pintar Garmin, perangkat DJI, produk audio, dan perangkat olahraga dari berbagai merek.

ERAL juga memperluas portofolio bisnis melalui penambahan merek internasional. Perusahaan telah mengembangkan bisnis Levi’s serta mulai membuka gerai Gentlewoman di Indonesia. Ke depan, ERAL berencana menambah sekitar empat merek setiap tahun.

Andre menilai penambahan merek dan pembukaan gerai baru menjadi salah satu penopang pertumbuhan perusahaan. Dengan strategi tersebut, ERAL optimistis dapat mempertahankan pertumbuhan dua digit.

Optimisme ERAL didukung oleh kinerja pada semester I-2026. Pendapatan perusahaan tumbuh 41% secara tahunan, sementara same-store sales growth (SSSG) tercatat sebesar 8,8%.

Di tingkat grup, segmen Active Goods & Lifestyle yang terutama ditopang bisnis ERAL membukukan pendapatan Rp 1,74 triliun pada semester I-2026, melonjak 245% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Adapun induk usaha ERAL, PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), mencatat pendapatan Rp 42,90 triliun pada semester I-2026, tumbuh 22% secara tahunan. Laba bersih ERAA juga meningkat 38% menjadi Rp 784 miliar.

Dari sisi investasi, ERAL mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 273 miliar pada tahun 2026. Dana tersebut terutama akan digunakan untuk pembukaan gerai serta pengembangan merek baru.

Baca Juga: Kuota 30% UMKM di Ritel Modern Dihapus, Ini Tantangan Utama yang Harus Dihadapi

Direktur  Sinar Eka Selaras Suryawati mengatakan, hingga kuartal I-2026, realisasi capex telah mencapai sekitar Rp 27 miliar yang sudah digunakan untuk penambahan gerai baru. 

"Ini sejalan dengan total capex yang sudah kami pelankan di awal tahun.  Di mana, tahun ini kami untuk 50-60 toko termasuk juga untuk penambahan brand baru,” ungkap Suryawati, dalam paparan publik, pada Selasa (23/6/2026). 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News