Sinar Mas Asuransi Syariah Dorong Inovasi Produk untuk Perluas Pasar



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dalam roadmap atau peta jalan pengembangan dan penguatan perasuransian Indonesia 2023-2027, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan bahwa variasi produk syariah menjadi salah satu tantangan bagi industri asuransi syariah. 

Jika dibandingkan asuransi konvensional, terdapat keterbatasan variasi produk untuk asuransi syariah. Dengan demikian, banyak masyarakat yang akhirnya melirik produk asuransi konvensional karena tak berbeda jauh dibandingkan syariah.

Perusahaan asuransi umum syariah PT Sinar Mas Asuransi Syariah (SMAS) menilai inovasi produk asuransi syariah memang diperlukan. Namun, Direktur Utama Asuransi Sinar Mas Syariah Daniel Armagatlie menerangkan produknya tidak harus selalu berbeda dengan produk konvensional dikarenakan kebutuhan perlindungan masyarakat relatif sama. 


Baca Juga: Bank BJB Lunasi Obligasi Jatuh Tempo, Gelontorkan Dana Rp 75,62 Miliar

Dia bilang perbedaan utama hanya terletak pada prinsip dan mekanisme pengelolaan risiko yang berlandaskan prinsip syariah.

"Dengan demikian, inovasi perlu difokuskan pada pengembangan produk yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat, mudah diakses, kompetitif, serta mampu memberikan nilai tambah bagi peserta dengan tetap mengedepankan prinsip saling melindungi dan tolong-menolong," ungkapnya kepada Kontan, Jumat (16/10).

Lebih lanjut, Daniel menyampaikan produk asuransi syariah masih dapat dikembangkan, khususnya produk yang tidak hanya memberikan manfaat perlindungan, tetapi juga memiliki nilai tambah sesuai prinsip syariah. Dia bilang perusahaan juga telah mengembangkan produk asuransi syariah, yakni Simas Super Cover Syariah, yang merupakan Produk Asuransi yang Dikaitkan dengan Investasi (PAYDI) berbasis syariah. 

Daniel mengatakan produk itu mengombinasikan manfaat perlindungan terhadap risiko meninggal dunia akibat kecelakaan, dengan manfaat investasi yang dikelola berdasarkan prinsip syariah.

Selain itu, Daniel bilang pihaknya juga sedang mempersiapkan inovasi produk Personal Accident (PA) syariah yang dikombinasikan dengan wakaf. Melalui konsep itu, dia menyebut peserta tidak hanya memperoleh perlindungan terhadap risiko kecelakaan, tetapi juga dapat berkontribusi dalam kegiatan sosial melalui mekanisme wakaf.

Daniel meyakini bahwa inovasi yang mengintegrasikan manfaat perlindungan, prinsip syariah, dan nilai sosial dapat menjadi keunggulan kompetitif, sekaligus memperluas daya tarik asuransi syariah bagi masyarakat.

Sementara itu, Daniel mengungkapkan produk yang menjadi penyumbang kontribusi terbesar di Sinar Mas Asuransi Syariah masih didominasi asuransi kendaraan bermotor dengan porsi 45%, diikuti asuransi kebakaran sebesar 37% dari total kontribusi perusahaan per September 2026.

Meski demikian, dia bilang pihaknya terus mendorong diversifikasi portofolio melalui pengembangan berbagai lini bisnis asuransi lainnya untuk memperluas peluang pertumbuhan dan mengurangi ketergantungan pada segmen tertentu. 

Baca Juga: LPEI Perluas Pasar UKM Berorientasi Ekspor Lewat Trade Expo Indonesia 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News